KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) siapkan beberapa rencana program penanggulangan bencana di Tanjabbar. Karena Tanjabbar merupakan wilayah yang rawan mengalami bencana.
Salah satu program yang disiapkan BPBD Tanjabbar untuk mengantisipasi hal tersebut yakni dengan membentuk Destana, Desa Tangguh Bencana.
Kepala BPBD Tanjab Barat Zulfikri, mengatakan akan menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan desa tangguh bencana tahun 2021, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas atau keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas atau keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Selain itu agar masyarakat mengerti tanggung jawab bersama tentang penanggulangan bencana,” jelas Zulfikri, kemarin.
Lanjutnya, berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, menurutnya mengamanatkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman Bencana.
Salah satu strategi untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Zulfikri adalah melalui pengembangan desa atau kelurahan tangguh terhadap bencana dengan upaya pengurangan resiko bencana berbasis komunitas.
“Dalam hal itu proses pengelolaan resiko bencana melibatkan secara aktif masyarakat dalam mengkaji menganalisis, menangani, memantau dan mengevaluasi risiko bencana untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kemampuannya,” papar Zulfikri.
Meski ditegaskan tanpa menggunakan APBD, Zulfikri mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut didanai oleh CSR perusahaan di Tanjabbar.
“Kita menyerap anggaran dari luar APBD. Dengan mengurangi pemanfaatan dana APBD apalagi di masa pandemi ini, kita terus berupaya dengan tetap menjalankan kegiatan tanpa harus bergantung pada APBD. Kalau dianggarkan di APBD ya sudah pasti semua orang bisa menjalankannya,” pungkasnya.(*).










