PRABUMULIH, RADARDESA.CO – Sebagai respons terhadap lonjakan inflasi yang terus meningkat, Pj Walikota Prabumulih, H. Elman, ST, MM, baru-baru ini menyampaikan laporan terkait upaya Pengendalian Inflasi Daerah Kota Prabumulih Tahun 2023. Laporan ini merujuk pada Surat Keputusan Walikota Prabumulih No 57/KPTS/V/2022 tanggal 04 Januari 2022, yang menegaskan Pembentukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Jumat (17/11/23)
Menurut data yang disampaikan dalam laporan, inflasi di Kota Prabumulih mencapai 0,53% dari Desember 2022 hingga Oktober 2023, dengan persentase inflasi tahunan mencapai 2,94% pada periode yang sama. Perbandingan ini merujuk pada kota terdekat, Palembang, yang mencatatkan inflasi sebesar 0,53% dan inflasi tahunan sebesar 2,51% pada Oktober 2023.
Sejumlah faktor diidentifikasi sebagai pemicu kenaikan harga, termasuk penyesuaian harga dari para petani yang memasok kebutuhan dari luar kota, peningkatan aktivitas perdagangan di Kawasan Strategis Perdagangan yang melibatkan daerah tetangga seperti Muara Enim, Ogan Ilir, dan Pali, serta kenaikan harga cabai merah.
Dalam upaya menekan laju inflasi, Pemerintah Kota Prabumulih telah melaksanakan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah program pemberian paket sembako secara berkala setiap semester kepada masyarakat di 6 kecamatan wilayah Kota Prabumulih. Selain itu, pembagian cadangan beras dari pemerintah pusat juga telah dilakukan untuk mendukung pengendalian inflasi.
Lebih lanjut, masyarakat Prabumulih didorong untuk turut serta dalam program pertanian mandiri, dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran dan memelihara ternak ayam. Langkah ini sejalan dengan gerakan Sumatera Selatan mandiri dalam pangan.
Terobosan terbaru dalam upaya peningkatan ketahanan pangan adalah Bioflock, sebuah program budidaya ikan yang bertujuan menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat Kota Prabumulih. Budidaya ikan lele, sebagai komoditas unggulan, menjadi salah satu fokus utama dalam program ini.
Pj Walikota Elman, ST, MM menyatakan bahwa langkah-langkah ini bukan hanya sebagai respons terhadap inflasi, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam memberdayakan masyarakat untuk turut serta dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di Kota Prabumulih.
Diharapkan, melalui langkah-langkah yang telah diimplementasikan ini, Kota Prabumulih dapat terus memperkuat stabilitas harga dan menciptakan kondisi ekonomi yang lebih sehat bagi masyarakatnya. Terus pantau informasi terkini terkait pengendalian inflasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perubahan harga dan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah setempat. (Firi/*))










