KUALATUNGKAL, RADARDESA.CO – Proyek pembangunan Sport Center yang berlokasi di jalan Dr. Sri Sor Dewi MS, Desa Pembengis, Kecamatan BramItam Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), kembali bermasalah.

Proyek yang dibangun sejak tahun 2015 yang telah menelan dana APBD 2024 hingga puluhan milyar, sejak awal pembangunannya terus menuai masalah, namun terus dianggarkan melalui dana APBD tiap tahun hingga milyaran rupiah.Namun hingga kini belum dapat difungsikan.
Tahun 2014 ini, kembali dianggarkan sebesar 22,484 milyar rupiah dan 2,5 milyar rupiah. Namun lagi- lagi pekerjaannya menuai sorotan mulai dari kurangnya pengawasan hingga dikerjakan asal jadi.

Padahal pembangunan sport center ini digadang-gadang akan dijadikan sebagai lokasi Gubernur Cup 2026 mendatang.
Plt Kabid Cipta Karya Dinas PUPR kabupaten Tanjabbar, Sugi saat dikonfirmasi melalui via telepon berkilah jika pengawasan sudah dilakukan tiap hari oleh pengawas kecuali hari libur.
” Ini kan hari libur, maka pengawasannya tidak ada ke lokasi, kemaren ada di lokasi, ” kilahnya.
Saat ditanya jika dikatagorikan sebagai hari libur kenapa pekerja tetap melaksanakan pekerjaan tanpa ada pengawas dari instansi terkait.
” Itukan tukang, tidak sama dengan pengawasan, ‘ sebutnya.
Dari data yang dihimpun media, mulai dari tahun 2015 dialokasikan 10 milyar, tahun 2016 kembali dianggarkan 10 milyar, tahun 2017 1,5 milyar, tahun 2018 1,473 milyar, 2021 2,5 milyar, Tahun 2022 1 milyar, Tahun 2023 6,6 milyar dan tahun 2024 kembali dianggarkan sebesar 2,5 dan 22,484 milyar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pembangunan GOR yang terkesan asal dibangun ini telah banyak menelan anggaran APBD Tanjab Barat, namun hingga kini belum juga dapat dipungsikan.
Diduga perencana asal jadi bukan tanpa sebab, pasalnya pekerjaan yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya justru dibongkar dan diganti pekerjaan baru.
Diantaranya, pekerjaan yang dilaksanakan pada 2023 lalu yakni berupa lapangan multi fungsi dengan nilai milyaran rupiah justru dirobohkan dan dititik yang sama kembali dikerjakan pembangunan dengan mengikuti perencanaan tahun 2024 yang sedang berlangsung dilokasi saat ini.
Sementara itu konsultan perencana dibawah naungan CV. Aksara konsultan belum dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut. Demikian juga PT Jambi Emas Mega Pratama selaku pelaksana pekerjaan berlabel puluhan milyar ini juga belum dapat dimintai keterangan. (Tim/S2)










