Telekonferensi serupa rutin ia laksanakan minimal satu kali dalam satu minggu. Telekonferensi dilakukan mulai dengan balai latihan masyarakat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa. Menurutnya, selain untuk memantau progres dana desa secara langsung, telekonferensi juga dilakukan untuk menginventarisir keberhasilan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi di perdesaan.
“Setiap telekonferensi ada catatan keberhasilan dan permasalahan. Untuk catatan permasalahan akan kita tindaklanjuti. Catatan-catatan ini kemudian kita share (bagikan) ke (aplikasi) Ruang Desa agar diketahui oleh seluruh kepala desa,” ujarnya.
Tak hanya catatan keberhasilan, menurutnya, catatan-catatan permasalahan dari berbagai desa juga dibagikan ke dalam aplikasi Ruang Desa untuk menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah dan desa-desa lainnya.









