” Iya ibu diminta 7 parpol maju, kita nunggu dulu, kalau dukungannya serius ya maju,” ungkapnya singkat.
Bahkan,santer dikabarkan 7 parpol plus PBB juga kembali menggelar pertemuan pasca pertemuan di Jakarta dan Jambi.
“Ya, betul ada pertemuan para pengurus parpol di kediaman saya. Memang sengaja tidak kami undang Partai PAN, PDIP dan Berkarya, karena kami nilai mereka sudah punya kandidatnya masing-masing. Karena PDIP mereka cukup kursi, PAN dengan harga mati dukung Ustad Anwar Sadat dan Parpol Berkarya harga mati dukung H Muklis. Tapi tetap juga tidak menutup kemungkinan kita bisa koalisi, bisa saja kita koalisi kalau cocok,” ujar H Syaefuddin Marzuki kepada awak media di Kualatungkal kemarin.
Disinggung arah dukungan PBB pada pilbup Tanjabbar mendatang? Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) H Saefuddin menuturkan, bakal ada kejutan di pemilukada mendatang. Sementara itu di akuinya untuk saat ini PBB sendiri masih belum memastikan arah dukungan.
“Kalau kita ini pihak kabupaten belum ada memilih calon bupati, masih bebas mau kemana. Tapi tungulah awal juli apa kejutannya,” kata saefuddin sembari bercanda. Kamis (18/06)
Saat disinggung apakah partai berlambangkan Bulan dan Bintang itu kembali berkoalisi bersama Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung Anwar Sadat bakal calon Bupati dipemilukada mendatang, H Udin menegaskan dirinya sudah terlanjur kecewa.
“Alasannya saya kecewa dengan beliau. Saya tidak lagi dukung anwar sadat. Saya sudah nyatakan setelah saya terpilih diblegislatif, bahwa saya Partai Bulan Bintang tidak lagi mendukung anwar saddat,” tegas H udin
Dijelaskannya terkait alasan tidak lagi mendukung Anwar Sadat dipemilukada mendatang, murni keputusan berdasar kekecewaan lantaran tidak adanya terbangun komunikasi yang baik pasca kalahnya Anwar Sadat dan Suhatmeri untuk maju sebagai Bupati dan Wabup di 2015 lalu.
“Yang kita kecewanya sama beliau, tidak ada feedback nya, bagaimana membangun silaturahmi, bagaimana membangun komunikasi politik itu tidak ada, padahal waktu itu saya sudah mendukung gratis tanpa mahar,” ujar H udin.
“Saya sudah dua kali, medukung pak Usman menang tanpa mahar. Anwar Saddat juga tanpa mahar, tapi kesannya tidak ada balas budilah sama kita,” ujarnya menambahkan.
Ditambahkannya biar tidak ada kesalahpahaman di masyarakat yang beranggapan bahwa PBB mendukung yang lain karena mencari uang iapun menegaskan bahwa paradigma itu tidak benar.
“Saya jelaskan lah dak secara gamblang biar tidak ada fitnah kepada saya. Kalau orang becinta tu sudah patah hati, tapi tetap kita doakan lah semoga beliau dapat perahu,” katanya menegaskan.(dul)






