Ternyata, Rapat Tim Covid-19 Tanjabar dan PetroChina tak Bahas Kompensasi Perekonomian Masyarakat Desa Pematang Lumut

  • Whatsapp
FOTO: Sejumlah pertokoan di Desa Pematang Lumut tampak tutup pasca diumunkannya 20 orang karyawan dan subkontraktor PetroChina yang terkonfirmasi positif Covid-19

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Rapat pertemuan antara tim Covid-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan pihak PT.PetroChina Internasional Jabung Ltd, Selasa (28/7) terkait penanganan Covid-19 dengan ditemukan 30 kasus karyawan PetroChina yang terkonfirmasi positif ini, tak membahas terkait efek Perekonomian masyarakat sekitar perusahaan.

Rapat tersebut, hanya membahas tindaklanjut dan upaya penanganan dan antisipasi PetroChina terhadap para karyawan dan subkontraktor terkait Covid-19.

Bacaan Lainnya

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ir.H.Taharuddin memgatakan pada rapat tersebut hanya menyepakati 4 poin.

” Rapat kemarin hanya menyepakati 4 poin terkait penanganan dan antisipasi penyebaran Covid-19 di PetroChina,” ungkapnya kepada radardesa.co Rabu (29/7).

Dikatakannya, 4 poin tersebut yaitu PetroChina akan melakukan rapid tes atau swab tes untuk karyawan dan SATGAS akan melakukan PE maupun Tracking. Selanjutnya, akan dibuat posko untuk 2 minggu ke depan di Betara 6 dengan personil dari kecamatan, Koramil dan Polsek.

” Selanjutnya, PetroChina akan melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat, dan akan membantu APD bagi masyarakat, itu cuman,” unjarnya.

Disinggung apakah tak ada pembahasan mengenai kompetensi atas Perekonomian masyarakat sekitar perusahaan di Desa Pematang Lumut? Taharuddin mengaku jika dalam rapat tersebut tidak dibahas terkait hal tersebut.

” Hanya 4 poin itu yang disepakati, kalau masalah kompensasi untuk masyarakat tidak ada dibahas,” ungkapnya.

Pantauan radardesa.co di Desa sekitar perusahaan para pedagang makanan di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara (Simpang BGP) wajib tutup usaha malam hari pukul 22.00 WIB sebagai akibat merebaknya corona di lingkup PetroChina.

Dampak itu mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir, warga sudah memgeluh dan gerah dengan diberlakuka pembatasan aktivitas masyarakat/jam malam. Mereka (pedagang) mulai merasakan kerugian karena meroaotnya omset. Karena pukul 21.00 WIB sudah bersiap-siap menutup usaha.

Sebagaimana diketahui, Kasus di Covid-19 di area PT PetroChina International Jabung Ltd meningkat sejak sepekan, hingga Minggu (27/07/20) mencapai 20 orang.

Dari angka tersebut, sebagian besar karyawan terpapar warga di wilayah Kecamatan Betara yang masuk wilayah operasional PT PetroChuna International Jabung Ltd.

Salah satu pedagang Lenny dan Rina Oesnadewi di Pematang Lumut mengusulkan Gugus Tugas Kabupaten Tanjab Barat segra bertindak agar aktivitas PT PetroChina International Jabung Ltd distop sementara waktu.

Menurutnya, Perusahaan juga harus bertanggungjawab memberi kompensasi kepada warga terdampak, khususnya pada pedagang di sekitar perusahaan.

“Ini wajib bagi perusahaan yang ada disekitarnya mengayomi, jangan sampai perusahaan untung masyarakat rugi. Cara seperti ini tidak dibenarkan, maka cari solusi yang terbaiklah, Pemda dalam hal ini Gugus Tugas harus hadir untuk masuarakat terdampak,” sebutnya.

“Kan, imbasnya masyarakat yang dirugikan, masyarakat disuruh tutup usaha, diuber-uber petugas, tapi perusahaan tetap operasi, kan tak nyambung. Jadi perusahaan wajib pikirkan dampak ini juga bagi masyarakat,” timpalnya. (dul).

Pos terkait