15 Desa di Tanjabbar Belum Miliki Pangkalan Gas LPG, Syafriwan: Tahun Ini Target 1 Desa 1 Pangkalan Selesai

  • Whatsapp
Syafriwan Kadis Koperindag Kabupaten Tanjung Jabung Barat

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan perdagangan( Koperindag) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Syafriwan saat ini di saat ini masih ada 15 desa yang belum memiliki pangkalan gas LPG. 15 Desa ini akan menjadi target tahun 2020 ini.

“Saat ini di Tanjung Jabung Barat masih ada 15 desa yang belum memiliki pangkalan gas LPG, dan itu akan menjadi target kami tahun 2020 ini,”ujarnya kepada radardesa.co kemarin.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya,untuk memenuhi kebutuhan gas LPG disetiap desa ini, pihaknya sejak tahun 2018 lalu telah menggagas program satu desa satu pangkalan elpiji, yang bertujuan untuk pemerataan persebaran elpiji ke setiap desa sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati elpiji subsidi dengan harga terjangkau.

“Targwt kita di tahun 2020 ini, di 114 desa di Tanjabbar sudah ada pangkalan gas elpiji, saat ini ada 15 desa yang belum, ” ujarnya.

Dikatakannya, sejak tahun 2018 lalu pihaknya telah mengeluarkan izin 50 pangkalan gas elpiji di 50 desa dan pada tahun 2019 masuk ke 39 desa.

“Saat ini sudah ada 201 pangkalan dan sudah ada pangkalan nakalnyang kita cabut izinnya. Makanya sisa 15 desa, ini target kita selesaikan tahun 2020 ini, “jelasnya.

Disebutkannya, saat ini jumlah gas elpiji yang masuk ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebanyak 2.225.000 tabung pertahun atau dengan asumsi 185.417 tabung pertahun dengan asumsi kebutuhan jumlah penduduk miskin dan usaha mikro.

15 desa yang belum memiliki pangkalan gas LPG. Data dari Dinas Koperindag Tanjabbar.

” Jumlah kebutuhan saat ini sebenarnya cukup jika dihitung jumlah masyarakat miskin dikali kebutuhan 4 -5 tabung perbulan dan pengusaha mikro 8 -9 tabung perbulan bulan,” jelasnya.

Disinggung masih adanya keluhan masyarakat di desa yang masih kurang kebutuhan LPG? Syafriwan mengaku saat ini pihaknya masih fokus memenuhi 1 desa satu pangkalan, baru nanti tahun 2021 akan fokus pada pemerataan kebutuhan gas elpiji di desa.

” Untuk keluhan memang sering kita dengar, namun saat ini kita masih fokus pada memenuhi 1 pangkalan 1 desa. Baru nanti ditahun 2021 kita kan fokus pemerataan kebutuhan gas dan ini akan kita analisa ulang,” ujarnya.( dul).

Pos terkait