Namun Bupati Merangin Al Haris, segera turun tangan dan mencari pengobatan tradisional sebagai alternatif pengobatan medis. Ramuan daun sungkai jadi pilihan.
Dibantu istrinya, Hesti, Bupati Merangin Al Haris serta tim membuat ramuan ini dalam jumlah cukup banyak.
Ramuan daun sungkai yang sudah jadi, diberi secara cuma-cuma kepada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kolonel Abunjani.
Al Haris awalnya tak berharap banyak dengan ramuan tradisional ini. Namun hasil yang menunjukkan positif, membuat Al Haris dan Hesti makin rajin membuat ramuan daun sungkai ini.
Apalagi, setelah mengonsumsi ramuan khusus ini, pasien-pasien positif Covid-19 di Merangin rata-rata sembuh. Hingga akhirnya Merangin menjadi zona hijau Covid-19.
Fakta ini membuat Al Haris kian bersemangat dan ingin mengetahui lebih dalam kandungan ramuan daun sungkai hingga meminta bantuan Unja untuk meneliti.
Al Haris mengaku cukup puas dengan hasil uji lab ramuan daun sungkai yang dilakukan Universitas Jambi. Meski belum diketahui pasti khasiat ramuan ini manjur atau tidak untuk obat Covid-19, namun Haris berharap pihak berwenang bisa melakukan research lanjutan untuk memperdalam kandungan ramuan daun Sungai Merangin.
“Potensi-potensi obat Covid-19 sangat perlu dilakukan dalam waktu cepat. Supaya wabah ini bisa kita berantas dengan cepat pula,” ungkap Al Haris, Calon Gubernur Jambi yang berpasangan dengan Abdullah Sani ini.
Hasil implementasi ramuan daun sungkai, tambah Haris, menunjukkan efek positif bagi pasien Covid-19 di Kabupaten Merangin.
“Karena efeknya positif hingga membuat Merangin jadi zona hijau Covid-19, kami rasa penelitian lanjutan ramuan daun sungkai sangat perlu dilakukan,” tutupnya.(ube).







