Pasien Covid-19 Tanjabbar Blak-blakan Soal Perlakuan RS, Mulai Hasil Swab Hingga Makan tak Wajar

  • Whatsapp
Ruang perawatan pasien Covid-19 di RSUD KH.Daud Arif Kualatungkal

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Biaya perawatan pasien virus corona atau Covid-19 tak bisa dianggap remeh. Pasalnya untuk 1 pasien saja, negara harus mengeluarkan ratusan juta rupiah.

Berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-275/MK 02/2020 tanggal 6 April 2020 yang memuat aturan serta besaran biaya perawatan pasien Covid-19, jika seorang pasien dirawat selama 14 hari, maka asumsinya pemerintah menanggung biaya sebesar Rp105 juta sebagai biaya paling rendah.

Bacaan Lainnya

Namun ternyata kondisi ini berbanding terbalik perawatan pasien Covid-19 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kendati jumlah dana yang dikucurkan ratusan milyar rupiah tetapi nasib pasien tak mendapatkan pelayanan yang prima.

Seperti yang dialami satu pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 tanpa gejala (OTG)NH.

NH mengaku selama perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah KH. Daud Arif mengeluhkan makanan yang diberikan pihak rumah sakit dimana tempat pasien di isolasi, hingga awal dia di vonis terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab yang tak ia ketahui hasilnya.

” Sampai saat ini saya dan bapak masih dibilang positif tanpa memberikan bukti hasil swab yang menyatakan positif, “ujar NH kepada media ini.(11/10)

NH bercerita bahwa awal nya yang dinyatakan positif itu orang tua laki laki nya, dan diisolasi sejak 15 september 2020, kemudian dirinya bersama ibu nya juga di isolasi dirumah sakit umum dari tanggal 19 september 2020.

Sedangkan untuk ibu nya sudah negatif, sedangkan saat ini dirinya bersama bapak nya digabungkan satu kamar tidak ada fasilitas lain hanya tv dan ac, makanan yang diberikan juga makanan orang sakit.

” Selama disini tidak ada gejala apa pun, kalau orang tua memang ada riwayat sakit gula, tapi sekarang sudah sembuh, pihak rumah sakit memberi vitamin 2 kali sehari pagi dengan sore satu butir, ” ugkapnya.

Lanjutnya, ia merasa virus ini kalo udah lewat 14 hari itu tidak bisa menularkan lagi, yang sangat dikeluhkan soal makanan yang diberikan.

Makanan pasien Covid-19 yang diberikan pihak RSUD KH.Daud Arif Kualatungkal

” Kalau memang tidak bisa ngasih makan sewajarnya orang sehat atau keberatan, mending di pulangin kerumah, ” bebernya.

Sementara itu, Jubir Rumah Sakit Daud Arif, Dr. Nani mengatakan, saat ini ada 16 pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di RS Daud Arif.

Ada dua lantai bangunan rumah sakit yang disiapkan, untuk pasien terkonfirmasi positif dan suspek. Lantai atas untuk pasien positif, dan lantai bawah untuk pasien suspek.

Untuk lantai atas ada 13 bed yang disiapkan, untuk pasien suspek (rapid reaktif) disiapkan 9 kamar.

Diakui Nani, ada pasien terkonfirmasi positif yang digabung dalam satu ruangan. Menurut dia, tempat tidur disiapkan untuk satu pasien. “Kan ada jaraknya, seperti di Negara lain juga ada yang digabung,” ungkap Nani.

Soal makanan yang diberikan kepada pasien, Nani mengatakan bukan bagiannya.

“Tapi saya sudah mendapatkan laporan dan sudah ditindaklanjuti segera,” ujar Nani kepada halosumatera.com, Minggu sore (11/10).

Terpisah, Anggota DPRD Tanjabbar, Jamal Darmawan saat dikonfirmasi bahwa saat hearing dengan gugus tugas covid 19 biaya yang dikeluarkan untuk satu pasien covid 19 sampai dinyatakan sembuh itu Rp 300 juta.

” Iya itu saat hearing dg kita, kadinkes beri penjelasan satu pasien menghabiskan Rp 300 juta sampai sembuh, tidak dijelaskan untuk yang ada riwayat apa yang OTG, ” singkatnya.(red)

Pos terkait