Pertama Di MUBA; Pembentukan Masyarakat Peduli Restorasi – MPR, Arsad: “Ini Untuk Kebaikan Alam”.

  • Whatsapp
Kegiatan Restorasi pada areal konservasi Perusahaan TPJ ini di inisiasi oleh Gerakan Cinta Desa

MUBA,RADARDESA.CO– Kegiatan Restorasi pada areal konservasi Perusahaan TPJ ini di inisiasi oleh Gerakan Cinta Desa, dan kegiatan ini di dukung oleh pihak IDH – Inisiatif Dagang Hijau dan APP Sinarmas Forestry untuk Wilayah Sumatera Selatan Kabupaten Musi Banyu Asin, kecamatan Bayung Lencir Dusun Pancuran (25/9/20).

Kegiatan restorasi alam ini bekerjasama dengan masyarakat desa muara merang dusun pancuran, dan kegiatan ini diawali dengan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, melalui FGD, persiapan pembentukan, assesmant kegiatan sosial ekonomi, dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Restorasi bersama masyarakat ini adalah sejatinya sebuah investasi yang nyata, dan restorasi ini juga bertujuan untuk memperbaiki areal konsesi konservasi yang terdegradasi dan sudah harus di restorasi akibat deforestasi, sehingga ini baik sekali untuk kebaikan alam.

“Ya, Masyarakat Peduli Restorasi (MPR) ini di bentuk sebagai wujud kepedulian banyak pihak, dan kerjasama ini juga di dukung oleh IDH dan APP Sinarmas, dan salah satu tujuan baiknya adalah untuk Kebaikan Alam”, ujar Arsad sebagai pelaksana lapangan, kepada awak media radardesa.co 25/9/20.

“Hal senada juga di paparkan oleh mas Dedi sebagai koordinator program lapangan, sebelumnya di bulan agustus dan awal september 2020 kami dari Lembaga Gerakan Cinta Desa (G-CINDE), juga sudah melakukan berbagai kegiatan Pelatihan Restorasi, Pelatihan HSE Nursery, Pelatihan Tatacara Pembibitan, Perawatan, dan Penanaman Bibit Kawasan Gambut, bersama pihak Perusahaan TPJ, Neri, KPHPH Mendis, dan para narasumber yang menguasai di bidangnya”, terang mas Dedi secara detail,(25/9/20)

Kegiatan Restorasi yang di amouh oleh Lembaga Gerakan Cinta Desa ini sangat didukung oleh masyarakat dusun pancuran, dibuktikan dengan sudah terbentuknya kelembagaan melalui Masyarakat Peduli Restorasi, dengan berjumlah anggota 30 orang masyarakat, dan terdiri dari 11 orang kaum perempuan aktif (ibu-ibu), dan 19 laki-laki.(eko).

Pos terkait