KUALA TUNGKAL,RADARDESA.CO – Desa Mekar Alam saat ini menjadi ramai sebagai tujuan wisata. Hal ini pasca Suhardi (35) Warga Desa RT 02 Parit Kerbau, Desa Mekar Alam, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menemukan ratusan mangkok saat melakukan pengalian parit diduga barang antik, Jumat (26/2/2021).
Dari informasi yang radardesa.co himpun, Penemuan mangkok kuno ini, berawal ketika Suhardi menggali parit yang berjarak sekitar ratusan meter di belakang rumah mertuanya H.Supangat (60). Saat menggali parit tersebut, awalnya Suhardi menemukan beberapa mangkok, namun karena penasaran Suhardi kembali menggali sebelahnya dan ternyata dugaannya benar, ada ratusan mangkok yang iya dapat.
Kepala Desa Mekar Alam, Abdurahman mengatakan mangkuk tersebut ditemukan warga saat melakukan pendalaman parit.
“Jadi awalnya itu ada warga yang melapor ke kita, bahwa pada saat dalami anak parit jadi nemu ada mangkok,”katanya
Menurutnya pihak desa juga sudah melakukan koordinasi hingga ke kecamatan dan memberikan laporan.
“Kami pun setelah konfirmasi sampaikan Babinsa sama pihak kecamatan,”ungkapnya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjabbar, Martunis mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung kelokasi bersama dengan badan serta instansi terkait dari Provinsi Jambi, (10/03).
“Tadi kita sudah turun langsung ke lokasi, bersama dengan badan terkait dari Provinsi, ” katanya kepada radardesa.co kemarin.
Dijelaskannya juga, nantinya Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat juga akan melihat langsung ke lokasi ditemukannya mangkok keramik kuno tersebut.
” Jumlah mangkok yang di temukan warga tersebut sebanyak 730, dan tadi sudah dibuat berita acaranya, ” jelas Martunis.
Dia juga menerangkan, mangkok kuno yang ditemukan warga ini nantinya juga akan di kroscek dan di tinjau langsung kelokasi oleh badan arkeolog wilayah Sumatera Bagian Selatan.
” Nanti Balai wilayah Sumsel, Jambi, Bengkulu dan Babel, yang juga akan meninjau temuan mangkok kuno yang diduga cagar budaya tersebut, ” terangnya.
Lebih lanjut, menurut Kadis saat ini mangkok kuno tersebut masih berada di rumah warga yang menemukannya.
” Selain telah memastikan keamanan, pihaknya juga telah masang pembatas berupa tali di lokasi ditemukannya mangkok kuno tersebut, “tutupnya.
Ia meminta pihak desa agar mengantisipasi tamu yang datang, agar membuat buku tamu. Hal ini agar tidak terjadi hal – hal yang tak diinginkan.
” Kami meminta pihak desa, agar mengantisipasi tamu yang datang dengan melakukan pendataan menggunakan buku tamu, untuk menghindari hal – hal yang tak diinginkan,” ujarnya.
Selain itu, saat disinggung mengenai mangkok tersebut akan diambil negara? Martunis mengaku masih menunggu balai arkeologi dan perbaikan wilayah Sumsel, Jambi,Babel dan Bengkulu yang berada di Palembang.
” Kalau saat ini baru indikasi benda bersejarah, jika benar maka sesuai Undang-Undang ada hak dan kewajiban penemu dan negara termasuk nantinya terkait ganti bagi penemunya,” tuturnya.(dul).










