JAMBI,RADARDESA.CO – Gubernur Jambi Al Haris memaparkan terdapat 258 desa di delapan kabupaten di wilayahnya rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Untuk itu, dia meminta semua pihak terkait berkomitmen dan fokus dalam menanggulangi karhutla, utamanya dalam aspek pencegahan.
” Ada sebanyak 8 Kabupaten,70 kecamatan, 258 desa yang rawan karhutla,” ujarnya pada rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan Provinsi Jambi tahun 2021, Senin (19/07/2021).
Lanjutnya, saat ini Provinsi Jambi berstatus siaga bencana karhutla hingga Oktober mendatang. Dengan jumlah lahan terbakar sejak awal tahun 2021 mencapai 22 hektar yang umumnya terjadi dilahan gambut.
Untuk itu, Gubernur Al Haris meminta kepada para bupati yang daerahnya rawan karhutla, untuk segera melaksanakan langkah-langkah antisipatif dan persiapan, baik dari segi personil maupun peralatan dalam rangka mewujudkan Jambi bebas asap tahun 2021.
Dikatakannya, hal tersebut dilakukan dengan prioritas upaya pencegahan, melalui deteksi dini, pengawasan areal rawan karhutla dan pemantauan kondisi harian lapangan.
” Antisipasi akan lebih cepat saya kira, semua stokeholder termasuk kami di pemrov, Forkopimda termasuk Bupati/WaliKota dan bawahnya lagi, ini akan bekerja menangani ini semua, cegah dini penting saya kira,” ungkapnya.
Selain upaya pencegahan dini, Lanjut Al Haris penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilakukan.
” Juga penegakan hukum yang tegas, sehingga ada efek jera baik kepada individu maupun korporasi,” pungkasnya.(*).










