MUARABUNGO, RADARDESA. CO – Sudah satu minggu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin premium di Bungo diganti Pertalite khusus, namun masyarakat pengguna bensin masih banyak yang belum mengetahui.
Penggantian bensin Premium yang beroktan 88 tersebut dianggap sudah tidak cocok dengan kendaraan sekarang.
Pertalite khusus dianggap lebih ramah lingkungan dan sesuai spek mesin kendaraan sekarang.
Untuk harga Di Kabupaten Bungo selisih 400 rupiah lebih mahal dari bensin dan 1000 rupiah lebih murah atau lebih irit dari pertalite biasa.
Ada sekitar kurang lebih 12 SPBU di Kabupaten Bungo yang BBM jenis bensin premium diganti dengan pertalite khusus.
Seperti ditegaskan oleh salah satu staf SPBU yang ada di Bungo,mengatakan BBM jenis premium sudah dihapuskan dan diganti pertalite khusus, Rabu (22/09/2021).
Adapun kendaraan yang diperbolehkan mengisi BBM jenis pertalite khusus (PLK) ini kendaraan roda dua, roda tiga dan kendaraan umum yang berwarna plat kuning seperti mobil angkutan kota (angkot), mobil travel dan taksi plat kuning.
Terlihat dari pantauan di lapangan, banyak kendaraan roda empat yang mau mengisi BBM jenis bensin namun disuruh putar arah ke pertalite biasa dikarenakan BBM bensin sudah dihapus dan diganti dengan pertalite khusus.
Demikian ketika diminta isikan pertalite khusus namun juga tidak diperbolehkan.
“Kami belum mengetahui kalau pertalite jenis ini tidak diperbolehkan untuk kendaraan roda empat, karena harga lebih murah dari pertalite biasa, maka kami ingin pertalite ini, ujar Sapri pengendara mobil roda empat.
“Lanjutnya, kalau sudah aturan dan semua kendaraan roda empat plat hitam tidak diperbolehkan ya mau gimana lagi,tutup Sapri”. (irw)










