Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Berita Berita Daerah

Ironis, Bayi Gizi Buruk Zivana Warga Desa Bunga Tanjung, tak Ada Perhatian Desa dan Pemkab Tanjabbar

16 September 2021
in Berita Daerah, Tanjab Barat
0
Ironis, Bayi Gizi Buruk Zivana Warga Desa Bunga Tanjung, tak Ada Perhatian Desa dan Pemkab Tanjabbar
326
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO  –  Ironis, disaat Pemerintah gencar kampanyekan gizi buruk dan stunting dengan anggaran yang fantantis, namun sejumlah warga Tanjabbar yang menderita gizi buruk lolos dari perhatian pemerintah. Seakan program cuma program dan hanya pencitraan kepala daerah.

Seperti halnya, Nasib pilu dialami Bayi Zivana Aulia seorang anak asal Parit H.Yakub Desa Bungo Tanjung Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Di usianya 5,5 bulan, Zivana  mengalami kekurangan gizi buruk.

Sejak lahir bayi Zivana mempunyai bobot 3,5 kilogram dan hingga saat ini bobotnya masih sama dan belum pernah mendapat bantuan pemerintah baik Pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.

Bahkan, anak pasangan Ismail (52) dan Ernawati (36) tersebut sejak lahir tidak pernah ada perhatian dan bantuan dari pihak pemerintah desa maupun puskesmas. Sehingga tidak ada bantuan untuk berobat dari awal.

BacaLainnya

Kasus Penganiayaan Wartawan, Polres Periksa Kades Teluk Ketapang dan Lima Orang

Aliansi Jurnalis Desak Polres Tanjab Barat Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan

Bupati Anwar Sadat Pimpin Tabur Bunga di Sungai Pengabuan, Berbagi Sembako dan Bendera kepada Nelayan

Tak hanya itu, pasca Zivana dibawa ke RSUD KH Daud Arif,Bupati  Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat langsung mengunjungi, namun dalam kunjungan tersebut bupati hanya membantu uang saku ke Ayah Pasien sebesar Rp.1 juta tanpa ada tanggungan biaya pengobatan baik untuk uang makan keluarga maupun lainnya.

Ketua Yayasan Muslim Penuh Cinta (MPC) Yuliawati mengatakan  bahwa Zivana merupakan bayi gizi buruk.

“Gizi buruk, usia 5,5 bulan, berat badan 3,5 kilogram,” katanya saat ditemui radardesa.co, Kamis (16/09/2021).

Ketua MPC Bunda Uly saat berkunjung ke rumah orang tua Zivana saat mengajak ke RS

Bunda Uly (sapaan akrabnya,red) pun menceritakan kronologi pertemuannya dengan Zivana. Dia mengaku bertemu Zivana saat ada posting video disalahsatu media. Kemudian Bunda Uly langsung menelusuri alamat dan mengadakan kunjungan kerumah di Parit Yakub Desa Bunga Tanjung.

“Awal ketemu, anak ini kondisinya kurus kering, kami sangat kasian,” ungkapnya.

Bahkan, kata Bunda Uly orang Pemerintah Desa dan Puskesmas hanya datang tanpa membujuk untuk berobat.

” Orang kesehatan pernah datang, ya karena tak punya BPJS jadi gak berani bawa ke Rumah Sakit. Ini kan saya bujuk, anak yang ditinggal dirumah saya kasih duit untuk makan, makanya mau kami bujuk bawa ke Rumah Sakit,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya membantu untuk memfasilitasi ke Rumah Sakit di luar BPJS. Namun akhirnya pihaknya juga menguruskan pembuatan BPJS  dan terus melakukan pendampingan di RSUD KH Daud Arif.

“Yang terpenting edukasi orangtua Zivana agar semangat terus maju pengobatan hingga tuntas,” katanya.

Menurutnya, perangkat desa juga tau jika Zivana mengalami gizi buruk. Dia mengatakan bahwa orang tua Zivana yang berprofesi sebagai petani tersebut kurang paham dengan kondisi anaknya.

“Dalam waktu 5,5 bulan apakah pihak Dinkes Tanjabbar tak tahu dan tak melakukan apa-apa?,” ujarnya.

Bahkan lanjut Bunda Uly, saat Bupati Tanjabbar mengunjungi bayi Zivana memerintahkan jajaran membantu dan terus mengawasi perkembangan Bayi Zivana, tapi hingga saat ini biaya RSUD ditanggung BPJS dan biaya makan keluarganya yang menunggu di rumah sakit masih ditanggung tim nya tanpa ada tanggungan dari pemerintah.

” Kemarin pak Bupati Ustadz Anwar datang menjenguk ya bahasanya minta jajaran dinas kesehatan mengawasi dan memberikan bantuan yang diperlukan, tapi hingga saat ini masih kami lah yang nanggung keluarganya. Kalau pengobatannya kan ditanggung BPJS. Adalah pak Bupati kasih uang untuk pasien Rp. 1 juta katanya,” bebernya.

Bahkan Bunda Uly menyayangkan berita yang beredar terkait pengobatan Zivana tersebut jika dalam pengobatan di tanggung semua oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas padahal hingga saat belum ada bantuan sama sekali.

“Ketika kami jemput dari awal kami sudah siap dengan smua kebutuhannya. Tapi sangat disayangkan sekali bahwa berita muncul itu semua di siapkan dinas dan puskesmas. Seolah pemerintahlah sendiri berbuat.
Jika selama ini anak ini terpantau, tak mungkin sampe sekurus ini,” tandasnya.

Bunda Uly berharap agar jangan ada anak-anak lain yang mengalami hal seperti Zivana. Dia minta agar ada sinergi pemerintah dan relawan dalam mengatasi gizi buruk.

“Harapan kami, jangan sampai ada lagi Zivana yang lain. Dengan sinergi pihak pemerintah, relawan dan masyarakat, soal semacam ini harusnya tidak terjadi. Di negeri kita yg subur, masih ada anak seperti hidup di Gaza,” pungkasnya.(*).

Tags: StuntingTanjab Barat

Related Posts

Kasus Penganiayaan Wartawan,  Polres Periksa Kades Teluk Ketapang dan Lima Orang
Berita Daerah

Kasus Penganiayaan Wartawan, Polres Periksa Kades Teluk Ketapang dan Lima Orang

27 Agustus 2026
101
Aliansi Jurnalis Desak Polres Tanjab Barat Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan
Berita Daerah

Aliansi Jurnalis Desak Polres Tanjab Barat Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan

27 Agustus 2026
269
Bupati Anwar Sadat Pimpin Tabur Bunga di Sungai Pengabuan, Berbagi Sembako dan Bendera kepada Nelayan
Berita Daerah

Bupati Anwar Sadat Pimpin Tabur Bunga di Sungai Pengabuan, Berbagi Sembako dan Bendera kepada Nelayan

17 Agustus 2026
13
Bupati Anwar Sadat Pimpin Upacara HUT ke-81 RI
Berita Daerah

Bupati Anwar Sadat Pimpin Upacara HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
12
Bupati dan Wabup Hadiri Rapat Paripurna Kedua DPRD Tanjab Barat, Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Ditandatangani
Berita Daerah

Bupati dan Wabup Hadiri Rapat Paripurna Kedua DPRD Tanjab Barat, Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Ditandatangani

14 Agustus 2026
14
Hiburan Rakyat Semarakan Kemerdekaan dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat
Berita Daerah

Hiburan Rakyat Semarakan Kemerdekaan dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

14 Agustus 2026
11
Next Post
Satgas dan Warga Mulai Pasang Kusen Rumah Guru Honor di Lokasi TMMD

Satgas dan Warga Mulai Pasang Kusen Rumah Guru Honor di Lokasi TMMD

Satgas TMMD Bersama Warga Bahu Membahu Tuntaskan Pembangunan MCK Umum

Satgas TMMD Bersama Warga Bahu Membahu Tuntaskan Pembangunan MCK Umum

Kades Bunga Tanjung Sebut Bayi Zivana Telah Diberikan Gizi Tambahan

Kades Bunga Tanjung Sebut Bayi Zivana Telah Diberikan Gizi Tambahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14417 shares
    Share 5767 Tweet 3604
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11864 shares
    Share 4746 Tweet 2966
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8934 shares
    Share 3574 Tweet 2234
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8930 shares
    Share 3572 Tweet 2233
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7813 shares
    Share 3125 Tweet 1953
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD