KUALATUNGKAL, RADARDESA.CO – Menanggapi keluhan masyarakat sekitar pembangunan jembatan Parot Gompong, Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag terus menanggapi keluhan masyarakat tersebut.
Pasca sebelumnya, Wakil Bupati Tanjabbar Hairan dan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Jambi meninjau kondisi pembangunan jembatan tersebut, akhirnya pemkab kembali menggelar rapat,Jumat (01/10/2021).
Dalam rapat yang langsung dipimpin Bupati Tanjabbar tersebut, pihak Balai PJN Jambi yang diwakili Abdul Halim menyampaikan beberapa solusi, terkait pembangunan jembatan tersebut. Diantaranya penyediaan akses jalan dan akan ditawarkan kompensasi ganti rugi untuk masyarakat setempat yang terdampak.
Bupati Tanjabbar Anwar Sadat mengatakan terkait keluhan masyarakat, karena adanya beberapa dampak dari pembangunan jembatan parit gompong diantaranya rumah warga yang retak, akses jalan yang tertutup dan beberapa dampak yang lainnya.
“Beberapa tawaran dari BPJN Jambi diantaranya akan ada pembukaan jalan selebar 6 meter untuk penyediaan akses jalan dan pembuatan drainase untuk membuang air ke sungai dan saya kira ini tawaran yang solutif karena masyarakat dapat terbantukan,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan jika pihak pemkab Tanjabbar menanggapi keluhan masyarakat dengan memperjuangkan hak masyarakat terkait dampak akibat pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sebagai Pemerintah Daerah berkewajiban untuk melindungi masyarakat kami yang ada di wilayah parit gompong terutama yang ada disekitar jembatan dan kami wajib untuk melindungi serta menyakinkan bahwa hak mereka tidak terabaikan atau hilang” tambah Bupati.
Selain itu, Bupati juga berharap akses jalan lokasi pembangunan jembatan tersebut dapat segera terselesaikan.
“Dan kami berharap kegiatan ini bisa cepat diselasaikan agar jalan kita tidak terganggu terlalu lama dan pembangunan dapat dijalankan kembali,” tutup Bupati. (DM/*)










