Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Berita Berita Daerah

Harga Beras Murah, 50 Persen Petani 2 Desa di Senyerang “Mogok” Beladang

4 Juni 2022
in Berita Daerah, Tanjab Barat
0
Harga Beras Murah, 50 Persen Petani 2 Desa di Senyerang “Mogok” Beladang
224
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO– Petani di 2 desa di Kecamatan Senyerang enggan turun ke ladang pada musim tanam tahun 2022 ini. Alasannya selain obat rumput yang mahal juga harga beras yang tak stabil hingga saat ini.

Dua desa tersebut adalah desa Sungai Kepayang dan Desa Kempas Jaya.

Kepala Desa Sungai Kepayang Taufik Rahman membenarkan jika petani di wilayahnya pada musim tanam 2022 ini tidak turun ke ladang alias tidak beladang.

” Iya 50 persen lebih Petani di Desa Sungai Kepayang tidak beladang lagi,” ujarnya kepada radardesa.co belum lama ini.

BacaLainnya

Usai Panen Raya Melon, Bupati dan Wabup Tanjab Barat Lanjutkan Safari Jumat Serta Salurkan Berbagai Bantuan

Panen Perdana 16 Ton Melon, Bupati Tanjab Barat Siapkan Langkah Pengembangan Kawasan Hortikultura Terpadu

Kunjungi UMKM Ecoprint Kuala Dasal, Bupati Anwar Sadat Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Dikatakannya, dari 5 kelompok tani yang ada di Desa Sungai Kepayang hanya 2 kelompok tani yang beladang tahun ini.

” Di desa kami, dari 5 kelompok tani hanya 2 kelompok tani yang belakang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Taufik mengaku jika alasan para petani yang tidak turun keladang ini lebih karena obat rumput mahal, sehingga para petani tidak sanggup membeli untuk membersihkan ladangnya pratanam.

” Racun rumput mahal, apalagi harga beras murah jadi para petani ngedrop untuk beladang tahun ini,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Desa Kempas Jaya Aminah.

Menurutnya sebanyak 50 persen petani di Desa Kempas Jaya masa tanam tahun 2022 ini enggan turun keladang.

” 50 persen petani tahun ini tak beladang, ya karena harga beras murah,” ujarnya.

Menurut Kades 2 periode ini, salah satu alasan petani enggan beladang karena modal dengan produksi penghasilan tidak sesuai lagi.

” Alasan petani karena modal dengan hasil produksi tak sesuai lagi pak, harga racun rumput mahal, belum lagi pupuk, sehingga tak balek modal,” ungkapnya.

Terpisah salah seorang petani,Karim mengaku saat ini memang banyak petani yang tak beladang, sehingga membuat tanamannya banyak diserang hama tikus.

” Kan sebelah kanan kiri semak, karena petani tak beladang, jadi hama tikus menyerang tanaman kami, gak tau lah gimana hasilnya,” ungkapnya.

Seorang petani, Kentung kepada radardesa.co mengaku alasan tidak beladang karena hasil panen nya 2 tahun lalu masih, akibat harga beras murah.

” Kami tahun ini tak beladang, karena gabah kami dari 2 tahun lalu masih, sebab harga beras murah, ” ungkapnya.(*).

Sebagaimana diketahui dari data BPS dari jumlah 12.850 hektare lahan perubahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebanyak 5.200 hektare berada di Kecamatan Senyerang atau 40 persen jumlah ladang di Kabupaten Tanjabbar dengan produksi per tahun 217.000 kwintal per tahun.(*)

Tags: Tanjab Barat

Related Posts

Usai Panen Raya Melon, Bupati dan Wabup Tanjab Barat Lanjutkan Safari Jumat Serta Salurkan Berbagai Bantuan
Berita

Usai Panen Raya Melon, Bupati dan Wabup Tanjab Barat Lanjutkan Safari Jumat Serta Salurkan Berbagai Bantuan

18 Juli 2026
20
Panen Perdana 16 Ton Melon, Bupati Tanjab Barat Siapkan Langkah Pengembangan Kawasan Hortikultura Terpadu
Berita Daerah

Panen Perdana 16 Ton Melon, Bupati Tanjab Barat Siapkan Langkah Pengembangan Kawasan Hortikultura Terpadu

17 Juli 2026
8
Kunjungi UMKM Ecoprint Kuala Dasal, Bupati Anwar Sadat Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Berita

Kunjungi UMKM Ecoprint Kuala Dasal, Bupati Anwar Sadat Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

17 Juli 2026
7
Wabup Katamso Gelar Audiensi Bersama Kepala Balai Bahasa Jambi Bahas Penguatan Bahasa dan Literasi
Berita Daerah

Wabup Katamso Gelar Audiensi Bersama Kepala Balai Bahasa Jambi Bahas Penguatan Bahasa dan Literasi

16 Juli 2026
9
Bupati Anwar Sadat Saksikan Argentina Lolos ke Final Piala Dunia 2026 Saat Nobar Bersama Masyarakat
Berita

Bupati Anwar Sadat Saksikan Argentina Lolos ke Final Piala Dunia 2026 Saat Nobar Bersama Masyarakat

16 Juli 2026
12
Bupati Anwar Sadat Tinjau Penataan TPA Lubuk Terentang, Dorong Pengelolaan Sampah Modern Bernilai Ekonomi
Berita Daerah

Bupati Anwar Sadat Tinjau Penataan TPA Lubuk Terentang, Dorong Pengelolaan Sampah Modern Bernilai Ekonomi

15 Juli 2026
12
Next Post
Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia Dimulai Hari Ini

Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia Dimulai Hari Ini

Belasan Ribu Penonton Saksikan Balap Formula E

Belasan Ribu Penonton Saksikan Balap Formula E

Lantik Pengurus Karang Taruna Tanjabbar, Bupati Pinta Pemuda Lebih Inovatif

Lantik Pengurus Karang Taruna Tanjabbar, Bupati Pinta Pemuda Lebih Inovatif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14404 shares
    Share 5762 Tweet 3601
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11806 shares
    Share 4722 Tweet 2952
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8922 shares
    Share 3569 Tweet 2231
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8908 shares
    Share 3563 Tweet 2227
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7789 shares
    Share 3116 Tweet 1947
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD