KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO– Petani di 2 desa di Kecamatan Senyerang enggan turun ke ladang pada musim tanam tahun 2022 ini. Alasannya selain obat rumput yang mahal juga harga beras yang tak stabil hingga saat ini.
Dua desa tersebut adalah desa Sungai Kepayang dan Desa Kempas Jaya.
Kepala Desa Sungai Kepayang Taufik Rahman membenarkan jika petani di wilayahnya pada musim tanam 2022 ini tidak turun ke ladang alias tidak beladang.
” Iya 50 persen lebih Petani di Desa Sungai Kepayang tidak beladang lagi,” ujarnya kepada radardesa.co belum lama ini.
Dikatakannya, dari 5 kelompok tani yang ada di Desa Sungai Kepayang hanya 2 kelompok tani yang beladang tahun ini.
” Di desa kami, dari 5 kelompok tani hanya 2 kelompok tani yang belakang,” ungkapnya.
Lebih lanjut Taufik mengaku jika alasan para petani yang tidak turun keladang ini lebih karena obat rumput mahal, sehingga para petani tidak sanggup membeli untuk membersihkan ladangnya pratanam.
” Racun rumput mahal, apalagi harga beras murah jadi para petani ngedrop untuk beladang tahun ini,” ujarnya.
Hal yang sama dikatakan Kepala Desa Kempas Jaya Aminah.
Menurutnya sebanyak 50 persen petani di Desa Kempas Jaya masa tanam tahun 2022 ini enggan turun keladang.
” 50 persen petani tahun ini tak beladang, ya karena harga beras murah,” ujarnya.
Menurut Kades 2 periode ini, salah satu alasan petani enggan beladang karena modal dengan produksi penghasilan tidak sesuai lagi.
” Alasan petani karena modal dengan hasil produksi tak sesuai lagi pak, harga racun rumput mahal, belum lagi pupuk, sehingga tak balek modal,” ungkapnya.
Terpisah salah seorang petani,Karim mengaku saat ini memang banyak petani yang tak beladang, sehingga membuat tanamannya banyak diserang hama tikus.
” Kan sebelah kanan kiri semak, karena petani tak beladang, jadi hama tikus menyerang tanaman kami, gak tau lah gimana hasilnya,” ungkapnya.
Seorang petani, Kentung kepada radardesa.co mengaku alasan tidak beladang karena hasil panen nya 2 tahun lalu masih, akibat harga beras murah.
” Kami tahun ini tak beladang, karena gabah kami dari 2 tahun lalu masih, sebab harga beras murah, ” ungkapnya.(*).
Sebagaimana diketahui dari data BPS dari jumlah 12.850 hektare lahan perubahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebanyak 5.200 hektare berada di Kecamatan Senyerang atau 40 persen jumlah ladang di Kabupaten Tanjabbar dengan produksi per tahun 217.000 kwintal per tahun.(*)










