KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Terkait Proyek pekerjaan proyek peningkatan Jalan Manunggal 2 – Parit 4 Darat yang dikerjakan CV. Putra Persada Prima senilai Rp.987 juta lebih dari APBD Tanjung Jabung Barat tahun 2022 diduga dikerjakan asal jadi.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkesan tutup mata dan seakan membela kerjaan rekanan yang asal jadi tersebut.
Bahkan, Kadis PUPR Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Apri Dasman, saat dikonfirmasi meminta meminta media agar langsung menemui Kabid Binanarga yang juga PPK proyek tersebut.
“Konfirmasi ke Kabid aja, pak Hilman sebagai PPKnya, aku gak tau detailnya strukturnya gimana,” ujarnya singkat, sembari mengaku saat ini rekanan masih kerja dilapangan.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Hilman mengaku saat ini pihak rekanan belum selesai kerja, namun terkait volume dan spek pekerjaan, nantinya akan dilakukan pengukuran dan dilihat kelapangan apabila ada kekurangan akan ditambah.
“Nanti akan kita ukur kerjaannya, untuk batunya kelas B, lebar 4 M, tinggi tanah kuning 15 cm, Batu Splite 15 cm jadi tebalnya 30 cm,” terang Kabid Binamarga.
Bahkan, Hilman mengaku jika nantinya ada kerusakan jalan akan minta rekanan untuk memperbaiki.
“Nanti akan kita rapikan, karena kondisi masih sering hujan, masuk alat nanti kita cor lagi. Pada saat kita melakukan pemeriksaan terakhir, akan kita cek, apapun kekurangannya akan kita tambah,” sambungnya.
Namun hal berbeda dengan PPTK Dinas PUPR Firli yang menjawab singkat bahwa proyek tersebut tinggal hampir selesai tinggal melakukan pemadatan.
” Itu tinggal melakukan pemadatan saja,”tuturnya singkat.
Seperti diketahui, Proyek pekerjaan proyek peningkatan Jalan Manunggal 2 – Parit 4 Darat yang dikerjakan CV. Putra Persada Prima senilai Rp.987 juta lebih dari APBD Tanjung Jabung Barat tahun 2022 diduga dikerjakan asal jadi.
Proyek senilai Rp.987 juta lebih dari APBD Tanjung Jabung Barat tahun 2022 yang kerjakan di RT. 04, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir ini ditemui banyak kerjaan yang tak jelas. Seperti menggunakan tanah lokal sehingga masih banyak bagian jalan yang hancur dilewati kendaraan roda dua.
Pantauan media ini dilapangan pekerjaan peningkatan jalan sepanjang 1 kilometer lebih tersebut hanya ditimbun menggunakan tanah lokal dan sebagian tanah kuning serta dipadatkan dengan batu. Bahkan ketinggian timbunan tanah yang seharusnya timbunan dari batu 15 cm dan tanah kuning 15 cm, namun kenyataannya krtinggian hanya sekitar 4 – 5 cm, itupun ditambah tanah lokal. Wal hasil,banyak bagian jalan yang belum selesai ini sudah banyak yang bonyok alias hancur.
Tentunya pekerjaan yang asal jadi ini dikeluhkan masyarakat sekitar.
Ketua RT. O4 Kelurahan Tungkal II mengaku kecewa dengan pekerjaaan peningkatan jalan tersebut.
“Saya sebagai Ketua RT. 04 merasa sangat kecewa dengan kondisi proyek peningkatan jalan yang sedang dikerjakan di RT kami, bisa kita lihat sendiri dengan kasat mata keadaan jalannya yang mana keliatan sangat tipis dan amparan batunya tidak merata,” ujarnya merasa kesal.
Menurutnya pekerjaan rekanan ini dikerjakan asal jadi, yang seharusnya menggunakan tanah kuning, malah digunakan tanah lokal.
“Selama dikerjakan hanya beberapa titik saja yang dikasih timbunan tanah selebihnya mengambil tanah lokal serta batunya hanya sedikit, makanya terlihat tanah menyembul, makanya sekarang dah banyak yang hancur,” tuturnya.
Lanjutnya, ia berharap pihak rekanan dapat bekerja sesuai spek, apalagi dengan dana hampir 1 Milyar. ” (*).










