KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Zulfikri mengatakan status wilayah Tanjabbar, dari kesiapsiagaan menjadi siaga Karhutla setelah di tetapkan pada rakor di Provinsi Jambi di Makorem 042/Gapu Jambi pada 3 Maret lalu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menegaskan penetapan ini juga didasari pada sejumlah kejadian Karhutla yang telah terjadi pada beberapa waktu lalu khususnya selama 2021 ini.
“Untuk Tanjab Barat kejadian kebakaran sudah terjadi selama empat kali. Kemudian untuk memantapkan dan memaksimalkan kerja unit satgas, kita menaikan status dari kesiapsiagaan menjadi siaga,” ujarnya.
Zul juga menyebutkan bahwa, berdasarkan rilis dari BMKG, ditemukan setidaknya 13 titik hotspot dan adapun luas lahan yang terbakar selama Januari hingga Maret dalam empat titik kejadian sebanyak 3,5 hektare lahan.
“Terkait pengendalian hutan dan lahan kita telah melaksanakan rapat koordinasi soal karhutla yang terdiri dari unsur -unsur Pemda dan stakholder dan telah sepakat untuk mendirikan posko induk Karhutla,” katanya.
Seiring dengan penetapan status siaga tersebut, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tidak melakukan pembakaran lahan, meskipun memang saat ini kondisi cuaca masih di imbangi dengan adanya hujan baik dengan intensitas ringan hingga sedang.
“Kita tetap menghimbau untuk masyarakat jangan membakar lahan. Meskipun kita lihat sesekali ada hujan, namun tetap saat ini cuaca panas masih mendominasi,” himbaunya.(*)









