KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Kapolda Jambi irjen Pol A.Rahmat Wibowo,SIK melakukan laksanakan kunjungan kerja ke Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Senin (06/09/21).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Penanganan Covid-19 dan Kesiapan Kegiatan MTQ Ke- 50 tingkat Provin Jambi Tahun 2021 di Kababupaten Tanjabbar yang akan digelar akhir September mendatang.
Dalam rapat koordinasi menjelang pelaksanaan MTQ Ke 50 di Kabupaten Tanjabbar yang digelar di Mapolres tersebut, Bupati Anwar Sadat menyampaikan vaksin yang diterima ada 9 Alokasi baik ke Dinkes, TNI dan Polri dengan Total Keseluruhan sebanyak 16.656 Vial/120.068 Dosis.
“Dari Total Sasaran 238.681 yang telah divaksin Dosis 1 65.133 (27,29 %) dan Dosis 2 42.527 (17.82 %) serta sisa stok vaksin yang belum digunakan sebanyak 15.898 dosis,” jelas Bupati.
Bupati juga telah menyampaikan jika Pemkab Tanjabbar telah menganggarkan setiap Desa untuk menyiapkan Rumah Isolasi di setiap Kel./Desa untuk Penanganan Pasien Covid-19.
“Tidak ada acara pembukaan seremonial. Hanya ada pelantikan dewan hakim oleh Gubernur Jambi dan Dihadiri 2 orang perwakilan dr msg2 Kafilah/Official,” terang Bupati.
Lanjutnya, bahkan dalam pelaksanaan MTQ tersebut tidak digelar acara seremonial penutupan.
“Tidak ada acara Penutupan secara Resmi, pembagian Hadiah hanya kepada perwakilan Kafilah,” pungkasnya.
Kapolres Tanjabbar AKBP Muharman Arta juga men, terkait rencana penyelenggaran MTQ Ke-50 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2021 di Tanjabbar dan Penanganan Covid-19.
“Mohon izin petunjuk dan arahan dari Bapak Kapolda Jambi terkait kesiapan-kesiapan yang harus dilaksanakan oleh Pemda dan Polres Tanjabbar serta Kodim 0419 Tanjab,” ujar Kapolres.
Kapolda Jambi dalam arahannya mengatakan, terkait perkembangan Covid-19 di dunia, Indonesia dan Provinsi Jambi. Saat ini Dunia seperti Eropa dan Amerika sedang Naik padahal sudah sepenuhnya melaksanakan Vaksinasi.
“Di Indonesia saat ini trend nya sedang turun, sedangkan di Provinsi Jambi Turun namun tidak tajam/landai” ujar Kapolda.
Lanjut Kapolda, khusus di Kabupaten Tanjabbar selama 2 Minggu Terakhir kasus Covid-19 naik dengan cepat. Melihat data dari B.O.R. Tanjab Barat, BOR RS mengalami penurunan dan RUSO landai tidak ada peningkatan, sementara Jumlah Isoman terus naik dari bulan Agustus sampai September dari 8 menjadi 89 Orang ( 0hampir 100 persen ).
“Maka dari itu, disarankan agar pasien yang Isolasi Mandiri dipindahkan ke tempat Isolasi Terpusat (RS/RUSO), “lanjut Kapolda.
Lebih lanjut dikatakan Kapolda bahwa boleh melaksanakan Isoman namun harus dengan ketentuan syarat standar mulai dari standar Tempat, Interaksi, Standar Pengelolaan Limbah Covid-19 dan Pengobatan.
“Sebagai contoh Tempat Isolasi Terpusat yg baik seperti di LPMP dan Asrama Haji. Pasien dibawa oleh BKTM dan Babinsa ke tempat itu kemudian disambut dan dilayani oleh petugas screening test dan ada buku medical record. Dokter, Perawat dan Tenaga Kebersihan selalu dilengkapi APD,” terang Kapolda.
“Kemudian mendapatkan makan 3 x 1 Hari baik utk Pasien, Nakes dan Security/Pengamanan, hal tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Bapak Gubernur agar diperhatikan segala akomodasi dan intensifnya. Selain itu Pengamanannya melibatkan Polres, Polsek, Kodim dan Koramil,” sambungnya.
Terkait alokasi anggaran Penanganan Covid-19, bisa memanfaatkan Dana dari DAU dan DAK sesuai petunjuk Menteri Keuangan.
“Kolaborasi Hulu Hilir penanganan Covid harus berjalan serentak. Untuk hilir nya, penanganan pasien di RS dan kesiapan BOR Isoter harus terpenuhi. Kemudian untuk Hulu nya laksanakan PPKM dan Vaksinasi. Untuk Kabupaten Tanjabbar stok Vaksin nya banyak maka dari itu harus digenjot Vaksinasinya,” jelas Kapolda.
Lebih jauh Kapolda menjelaskan, Vaksinasi di Tanjabbar sesuai Data Kemkes RI, untuk Dosis 1 sebanyak 59.517 Jiwa (24,9 %) dan Dosis 2 sebanyak 42.279 Jiwa (17,7 %) dari target sasaran sebanyak 238.681 Jiwa.
“Laksanakan Kerjasama yang baik antara Pemda, TNI, Polri dan Pengusaha utk pelaksanaan Vaksinasi khususnya ditempat-tempat Padat Penduduk,” harapnya.
Kapolda juga menjelaskan, untuk data Pasien Covid-19 yang meninggal dunia, urut tertinggi yakni Kabupaten Batanghari. Kemudian Tanjabbar naik 100% pada periode Juli – Agustus dari 12 Orang menjadi 14 Orang dan pada bulan September sudah ada 2 Orang yang Meninggal Dunia.
Melihat data-data tersebut, terkait rencana Pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi, hal-hal detail diantaranya seperti Lokasi Lomba/Venue, Jadwal, Parkir, Mobilisasi Peserta dari seluruh Kabupaten/Kota dan perpindahan ke suatu tempat harus betul-betul sesuai dengan aturannya.
“Agar dilaksanakan penyekatan orang-orang yang masuk ke Tanjabbar khususnya di Pelabuhan Roro. Harus diberlakukan Syarat sudah Vaksin dan Bebas Covid-19. Dirintelkam dan Dirlantas akan koordinasi dengan Polda Kepri agar disana diberlakukan hal tersebut,” pinta Kapolda. (DM/*)










