BATURAJA – Perumda Tirta Raja bersiap melakukan langkah besar dalam pemeliharaan jaringan distribusi air bersih di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Perusahaan daerah itu merencanakan pengurasan jalur pipa distribusi di kawasan Bakung guna menghilangkan endapan lumpur yang selama bertahun-tahun menumpuk di dalam jaringan perpipaan.
Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Raja, Bertho Darmo Poedjo Asmanto, saat meninjau Water Treatment Plant (WTP) Bakung pada Jumat siang, 13 Maret 2026. Ia mengatakan pengurasan pipa ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas air yang diterima masyarakat.
Menurut Bertho, pengurasan jalur pipa distribusi merupakan langkah strategis dalam menjaga performa sistem distribusi air bersih. Selama ini Tirta Raja rutin melakukan pembersihan pada instalasi pengolahan air dan reservoir, namun belum pernah melakukan pembersihan menyeluruh di jaringan pipa distribusi.
Ia menjelaskan, pembersihan pipa akan dilakukan menggunakan teknik flushing, yaitu metode penggelontoran air bertekanan tinggi untuk merontokkan kerak dan endapan yang menempel pada dinding pipa selama bertahun-tahun.
“Pengurasan jalur pipa ini merupakan yang pertama kali kita lakukan sejak jaringan pipa ini dibangun. WTP Bakung menjadi lokasi percontohan atau pilot project dari rencana pengurasan pipa secara menyeluruh di Baturaja,” ujar Bertho.
Menurut dia, WTP Bakung saat ini melayani sekitar 3.500 pelanggan. Karena itu, pembersihan jalur pipa dinilai penting untuk memastikan distribusi air tetap optimal sekaligus meningkatkan kualitas air yang diterima masyarakat.
Bertho menuturkan, pengurasan akan dilakukan sepanjang kurang lebih tiga kilometer, mulai dari WTP Bakung hingga simpang Perumahan Guru di Jalan Lintas Sumatera. Ia memastikan kajian teknis telah dilakukan dan kondisi pipa dinilai aman untuk proses tersebut.
“Alhamdulillah setelah konsisten melakukan pengurasan rutin di semua WTP dan reservoir, kini kami bertekad melakukan pengurasan di jalur perpipaan. Kami mulai dari Bakung dulu, lalu akan menyusul di wilayah lain dengan tetap mempertimbangkan kondisi jaringan yang ada,” katanya.
Pihaknya menargetkan kegiatan pengurasan pipa itu dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia berharap proses pembersihan dapat berlangsung cepat sehingga tidak terlalu mengganggu distribusi air kepada pelanggan.
“Insya Allah kami laksanakan setelah Lebaran. Mudah-mudahan prosesnya tidak lama sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap bisa berjalan baik,” kata Bertho.
Ia menambahkan, pengurasan pipa diyakini akan berdampak langsung terhadap kualitas layanan. Endapan lumpur dan besi yang selama ini menempel di dalam pipa dapat menyebabkan air keruh serta menghambat aliran distribusi.
“Jika uji coba di Bakung ini berhasil, metode yang sama akan kami terapkan di seluruh wilayah pelayanan. Tujuannya agar kualitas air bersih yang diterima pelanggan semakin baik,” ujarnya.
Ke depan, Tirta Raja juga menyiapkan rencana peningkatan kapasitas produksi air di WTP Bakung. Program tersebut akan dilakukan melalui proses uprating instalasi pengolahan air.
“Kami memang merencanakan uprating di WTP Bakung untuk meningkatkan kapasitas produksi. Tapi itu akan dilakukan bertahap karena membutuhkan biaya yang cukup besar,” kata Bertho. (Den)










