KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Menjelang 2 bulan pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati pad Pilkada Tanjung Jabung Barat, sejumlah partai mulai melakukan manuver politik untuk menggolkan calonnya pada pilkada mendatang. Bahkan, saat ini manuver 8 partai yang berkumpul, dikabarkan untuk mendorong majunya Cici Halimah pada pilkada sudah terpecah.
Saat ini, dikabarkan dari 8 partai PKB, Nasdem dan Gerindra telah menentukan pilihannya masing-masing.
Tak hanya itu, ternyata diam-diam Partai Golkar telah jatuh hati mengusung Cici Halimah yang dipasangkan dengan Ketua DPD II Golkar Tanjabar Faisal Alwi.
Namun belakangan, ternyata rekomendasi dari Partai Berlambang Pohon Beringin tersebut keluar dengan merekomendasikan pasangan Cici Halimah sebagai Calon Bupati dan Faisal Alwi sebagai Calon Wakil Bupati, tetapi saat dipanggil DPP Golkar untuk mengambil rekomendasi tersebut Cici Halimah malah ogah- ogahan. Diduga ogahnya Cici Halimah ini, paslanya Partai Golkar merekomendasikan Faisal Alwi untuk mendampingi Cici? Apakah benar?
Padahal, pemenang nomor dua di Pileg 2019 lalu ini membuat Golkar di Tanjabar memiliki enam kursi hanya butuh satu kursi lagi untuk bisa melenggang di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.
Ketua DPD II Golkar Tanjabar Faisal Alwi daat dikonfirmasi radardesa.co memgatakan jika memanh pada tanggal 11 Juli 2020 DPP Partai Golkar memanggil Cici Halimanlh untuk mengambil rekomendasi tersebut, tetapi Cici Halimah tidak memenuhi panggilan mengambil rekomendasi DPP Partai Golkar tersebut.
” Ya Kita dapat Pesan WhatsApp dari DPP kalau tanggal 11 Sabtu kemarin jam 1 siang diminta ke DPP ambil rekomendasi. Saya minta sekjen untuk komunikasi ke buk Cici tapi responnya ga ada. Jadi, yang tidak mengambil rekomendasi ke DPP hanya Tanjabar dan Tanjabtim,”katanya, Minggu Malam (12/7/2020).
Faisal mengaku tidak mengetahui persis sikap Cici Halimah yang enggan memenuhi panggilan DPP Partai Golkar untuk mengambil rekomendasi menuju Pilkada Tanjung Jabung Barat tersebut.
Bahkan, Faisal menduga keengganan Cici Halimah memenuhi panggilan DPP Partai Golkar ini, karena sang Istri Dr.Ir.H.Safrial tersebut enggan berpasangan dengan dirinya.
“Sayo ini apolah, cuman mau jadi orang berguna, kantong tak ada ya kita inikan demi partai atau karena elektabilitas,”ujarnya.
Padahal, lanjut Faisal rekomendasi tersebut masih akan uji publik untuk kembali dilakukan survey kembali.
” Rekomendasi ini kan masih akan dilakukan uji publik dan survey kembali,” ungkapnya.
Faisal mengaku dengan keogahan Cici Halimah mendapatkan rekomendasi Partai Golkar, membuat Golkar tak akan berdiam diri, namun hingga saat ini masih memberikan waktu kepada istri Bupati Tanjabbar tersebut.
” Ya dalam politik tidak ada kesetiaan, tapi masih kita tunggu sikap selanjutnya dari Bu Cici. Jika masih enggan masih banyak alternatif lain dan kemungkinan lain untuk mengusung kader Golkar, dalam politik semua bisa terjadi,” tandas Faisal Alwi.
Disinggung altenatif lain selain bersama Cici Halimah? Mantan Ketum PC HMI ini mengaku jika Partai Golkar memiliki 6 kursi untuk mengusung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati hanya butuh 1 kursi, jadi katanya siapapun bisa mengandeng kader Golkar.
” Semuanya berpeluang termasuk Amir Sakib juga punya kemungkinan, Golkar punya 6 kursi kok, tinggal nambah 1 kursi sudah bisa ngusung,” ungkapnya.
Sayangnya, hingga saat ini Cici Halimah maupun tim keluarga belum dapat dikonfirmasi mengenai hal ini. ( dul)









