Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Opini

Ratu Munawaroh, Milenial dan Blunder PDIP

29 Oktober 2020
in Opini, Radar Politik
0
Ratu Munawaroh, Milenial dan Blunder PDIP

Nurul Fahmy

90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Nurul Fahmy

Manuver PDIP dan pernyataan-pernyataan nyeleneh sejumlah elitnya, termasuk Megawati dan Puan Maharani, makin menyudutkan posisi calon kepala daerah (cakada) yang diusung partai dengan simbol banteng bermata merah ini.

Kampanye cakada PDIP dalam Pilkada 2020 ini sia-sia, tergerus dari atas, sebagai dampak kemarahan publik atas manuver elit partai itu sendiri. Kondisi ini mau tidak mau juga dialami Calon Wakil Gubernur Jambi Ratu Munawaroh.

Diprediksi, elektabiltas janda mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin ini mengalami stagnasi dan cenderung merosot sejak awal dia bergabung dengan partai ini. Simpati massa kepadanya, terlebih kepada partai pengusungnya itu (PDIP) hilang. Massa takut. Warga khawatir.

BacaLainnya

DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna, Sinergi Eksekutif-Legislatif Kian Diperkuat

Paripurna Kedua DPRD, Fraksi Beri Catatan Kritis soal Pembangunan Tanjab Barat

Ketua Komisi II DPRD dan Golkar Hadir untuk Rakyat, Operasi Pasar Murah Bantu Daya Beli Masyarakat

Rentetan manuver PDIP yang diyakini justru menghancurkan kredibilitas petugas partainya di daerah, yang tengah mencalon sebagai kepala daerah, sejatinya sudah dimulai sejak lama.

Sepekan sebelum pendaftaran calon kepala kepala daerah, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyulut emosi publik, khususnya warga Minang di Sumatera Barat, termasuk di Jambi.

Pernyataan Puan tentang nasionalisme orang Minang dan Sumatera Barat, meleber kemana-mana. Publik menyebut, ego kepartaian Puan tampak nyata menafikan asal usul dirinya yang justru kental berdarah Minang, baik dari garis bapaknya, Taufik Kiemas, maupun ibunya, Megawati, yang merupakan anak Fatmawati yang berdarah Minangkabau.

PDIP akhirnya gagal mengusung calon gubernur di Sumbar. Surat rekomendasi ke cakada bahkan dikembalikan ke partai itu oleh kedua calon. Bahasa kasarnya, orang Minang tak butuh PDIP. Alih-alih minta maaf, dengan sombongnya sejumlah politisi PDIP membela matian-matian Puan. Sampai kini, tak pernah ada kata maaf dari Ketua DPR itu.

Manuver yang jadi blunder besar sebenarnya sudah terjadi sejak heboh-hebohnya pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Publik marah dan demo menolak RUU ini. Mereka melihat fakta PDIP melalui fraksinya di Senayan mengusulkan RUU itu. RUU yang disebut-sebut akan mengganti Pancasila dengan konsep Trisila dan Ekasila. Sila Sila dalam Pancasila akan diperas menjadi Gotong Royong. Dengan menghapus sila-sila lain di dalamnya termasuk Ketuhanan yang Maha Esa.

Massa berang. Marah. Sampai kini RUU itu belum dicabut, hanya ditunda pembahasannya. Stigmatisasi PKI yang diembus-embuskan orang kepada PDIP makin menjadi-jadi. Barangkali itulah yang bikin Megawati marah-marah pada 28 Oktober 2020 kemarin. “Masa presiden kelima dibilang PKI terus,” kata Ketua Umum PDIP itu. Kalian harus lawan, seru dia kepada kadernya.

Tak lama, Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan. Puan lagi-lagi menunjukkan kesewenangannya dengan mematikan mikorofon anggota DPR yang protes disahkannya RUU itu. Demo berjilid-jilid anak bangsa, tidak sekali direspon oleh DPR yang dipimpin cucu Soekarno itu. Belum lagi usai kekecewaan massa, Ketua Umum PDIP Megawati malah nyeletuk, menyudutkan pemuda, anak-anak milenial yang berunjuk rasa menentang Undang-Undang itu. Dia menanyakan sumbangsih milenial kepada bangsa.

Calon Gubernur Jambi Ratu Munawaroh bisa jadi masygul, kecewa dan menyesalkan banyak kejadian itu. Tapi apalah daya Ratu, dia cuma petugas partai, yang seluruh kebijakannya, tindak-tanduknya harus mengacu kepada garis partai, ideologi partai. Dia ibarat debu di gurun PDIP yang tengah berkuasa.

Sebagai petugas partai, Ratu harus menjunjung tinggi ideologi partai. Dia harus mendukung terlaksananya RUU HIP, termasuk pelaksanaan Omnibus Law. Tidak dapat dia berdiri bersama buruh, mahasiswa, dan tokoh-tokoh lainnya yang menentang Omnibus Law, RUU HIP, UU Minerba atau lainnya. Dia harus kukuh menyatakan bahwa Trisila dan Ekasila adalah konsep yang ideal dan patut dijadikan dalam UU HIP.

Sebagai cakada, Ratu tahu bahwa puluhan ribu suara milenial di Jambi, sangat potensial mendongkrak elektabiltasnya dalam pilgub ini. Untuk itu, Ratu yang sudah berusia kepala 4 dengan 2 anak ini rela bergaya kemuda-mudan. Berpose bak milenial. Dengan outfit “blink blink”, sporty dan trendy.

Gaya yang selama ini, sejauh pengamatan publik, sejak menjadi istri mendiang Zulkifli Nurdin, tidak pernah sekalipun tampak darinya. Dia yang biasa berpenampilan kalem, bersahaja dan simpatik ini harus membelah diri dalam situasi-situasi tertentu, kadang bergaya setengah muda, dan kadang pula harus tampak sebagai aslinya; setengah tuwa.

Aduh, Mbak Mega, mengapa harus begitu?

*) Penulis adalah Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Jambi

Tags: Opini

Related Posts

DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna, Sinergi Eksekutif-Legislatif Kian Diperkuat
Parlemen

DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna, Sinergi Eksekutif-Legislatif Kian Diperkuat

13 April 2026
15
Paripurna Kedua DPRD, Fraksi Beri Catatan Kritis soal Pembangunan Tanjab Barat
Parlemen

Paripurna Kedua DPRD, Fraksi Beri Catatan Kritis soal Pembangunan Tanjab Barat

13 April 2026
11
Ketua Komisi II DPRD dan Golkar Hadir untuk Rakyat, Operasi Pasar Murah Bantu Daya Beli Masyarakat
Partai Politik

Ketua Komisi II DPRD dan Golkar Hadir untuk Rakyat, Operasi Pasar Murah Bantu Daya Beli Masyarakat

11 April 2026
10
Fit and Proper Test PAC PDI-P Tanjab Barat, Anggota DPRD Tekankan Peran Strategis Kader
Partai Politik

Fit and Proper Test PAC PDI-P Tanjab Barat, Anggota DPRD Tekankan Peran Strategis Kader

11 April 2026
9
Muscab PKB Tanjabbar Hasilkan 3 Kandidat, Seleksi Ketat Hingga Uji Akademis
Partai Politik

Muscab PKB Tanjabbar Hasilkan 3 Kandidat, Seleksi Ketat Hingga Uji Akademis

6 April 2026
71
Parlemen

6 April 2026
8
Next Post
Banyak Beri Bantuan, Bukti HAMAS-APRI Berpihak ke Petani

Banyak Beri Bantuan, Bukti HAMAS-APRI Berpihak ke Petani

Al Haris Subuh Berjamaah di Masjid Tertua di Sungai Penuh

Al Haris Subuh Berjamaah di Masjid Tertua di Sungai Penuh

Makna Dalam Pembekalan Tim Haris-Sani di  Tanjung Tanah Kerinci

Makna Dalam Pembekalan Tim Haris-Sani di Tanjung Tanah Kerinci

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14356 shares
    Share 5742 Tweet 3589
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11696 shares
    Share 4678 Tweet 2924
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8900 shares
    Share 3560 Tweet 2225
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8692 shares
    Share 3477 Tweet 2173
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7762 shares
    Share 3105 Tweet 1941
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD