Diduga Proyek Titipan, Ketua RT Sebut Pernah Didatangi Oknum Dinas Perkim

  • Whatsapp

RADARDESA.CO,KUALATUNGKAL – Polemik Penganggaran pembangunan Jalan HM Said Saidan Kelurahan Patunas Kecamatan Tungkal Ilir mulai terbuka. Jika sebelumnya Lurah Patunas Fatmawati mengakui jika tak pernah mengusulkan proyek ini dalam musrenbang kelurahan.

Kali ini, teka – teki adanya dugaan kongkalikong pihak dinas perkim mulai terkuak. Hal ini dengan adanya pengakuan Ketua RT 15 Kelurahan Patunas, Geger yang mengejutkan.

Bacaan Lainnya

Ketua RT 15, Kelurahan Patunas, Geger mengaku jika dirinya pernah didatangi dua petugas dari Dinas Perkim sekitar sebulan yang lalu, untuk menandatangani berita acara dan peninjauan ke lokasi.

“Saat itu kami tidak terpikir kalau jalan itu mau dibangun. Biasanya kan jalan yang sudah padat penduduk yang didahulukan dibangun, sedangkan ini satu rumah pun belum ada,” kata Geger tanpa menyebut dua oknum dinas tersebut.

Ia juga sangat menyayangkan jalan yang dibangun tidak berpenduduk. Sebelum jalan dibangun, lokasi ini masih semak belukar dan belum ditebas.

“Sekarang ini jalan itu belum terlihat ada manfaatnya untuk masyarakat. Kecuali itulah, paling paling yang punya tanah itulah yang merasakan manfaatnya. Dialah yang punya keuntungan, bisa orang cepat beli tanah itu dan bisa juga harga jual tanah menjadi meningkat. Ini jalan sudah masuk, kalau dikaplingkan ada orang yang beli tanah itu, mungkin itulah manfaatnya,” kata Geger.

Saat ditanya pemilik tanah di lokasi pembangunan jalan HM Said Saidan Kelurahan Patunas, Geger tidak mengingat namanya.

” Tanah itu (kanan kiri) punya satu anggaran, mungkin untuk dikaplingkan nanti. Untuk pemiliknya saya lupa namanya, pemiliknya itu tinggal di daerah pasar. Besok, coba tanya saja orang sebelah, yang ada gudang kayu atau gudang pasir itu, dia kenal tu siapa pemiliknya,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Tanjabbar Dapil I, H Syaifuddin SE saat dikonfirmasi hal ini mengaku jika proyek tersebut terkesan mubazir, apalagi dibangun jauh dari pemukiman.

“Kalau jalan itu seandainya dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota Dewan, itu sangat kita sayangkan, kok di tengah-tengah Kota masih berani masukkan jalan yang tidak ada tuannya. Namun, kalau itu dari Dinas Perkim sendiri, maka patut kita pertanyakan ada apa itu,” timpalnya.(IT/dul)

Pos terkait