Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Berita

Diduga tak Miliki MasterPlan, Proyek Perkantoran Terpadu Rp.30 M Lebih Tuai Polemik

21 November 2019
in Berita, Berita Daerah
0
Diduga tak Miliki MasterPlan, Proyek Perkantoran Terpadu Rp.30 M Lebih Tuai Polemik

FOTO : Wakil Ketua DPRD Tanjab Barat M.Sjafril Simamora bersama sejumlah anggota DPRD Dapil 1 saat meninjau pembangunan perkantoran terpadu di belakang kantor Bupati Tanjabbar kemarin.

206
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RADARDESA.CO,KUALATUNGKAL -Pembangunan perkantoran yang berlokasi di belakang Kantor Bupati Tanjab Barat yang pendanaannya bersumber dari anggaran APBD 2019 menuai polemik. Polemik ini tak hanya masalah jumlah nilai yang mencapai Rp.30 milyar lebih, namun yang lebih mencengangkan, proyek ini tak miliki master plan dan tak masuk dalam RPJM bupati saat ini.

Hal ini terungkap dalam reses para anggota DPRD Tanjab Barat dapil 1, yang pimpin langsung Wakil Ketua DPRD Muh. Sjafril Simamora, Kamis ( 21/11).

FOTO : Inilah Bendungan Proyek Pembangunan Perkantoran Terpadu dibelakang kantor Bupati Tanjab Barat yang menjadi sorotan.

Dari hasil temuan dilapangan, beberapa fakta didapati oleh para Anggota Dewan diantaranya benar adanya bendungan yang dibuat oleh pihak rekanan yang menyebabkan kebun warga menjadi kebanjiran.

Kemudian yang menjadi temuan adalah dampak lingkungan dari aktifitas pekerjaan tersebut, ada dugaan proyek tersebut tidak memiliki AMDAL.
Selain itu, yang menarik perhatian dari para anggota Dewan adalah keberadaan bangunan rumah baru dalam tahap pengerjaan dimana lokasinya sangat berdekatan dengan lokasi perkantoran yang posisinya persis dipingggir bantaran sungai, tidak diketahui pasti siapa yang punya bangunan rumah.

BacaLainnya

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Batang Asam

BPK Temukan Selisih Harga BBM, Sekda Pastikan Tidak Ada Mark Up

Suprayogi Syaiful anggota DPRD dari Fraksi Golkar  mengatakan, dalam tinjauan ke Proyek perkantoran tersebut pihaknya mendapati fakta jika pembangunan tersebut dibangun di daerah hijau.

” Itu kan daerah hijau, kenapa dibangun disitu ada apa? harusnya pemerintah memberi contoh yang baik dalam membangun. Ini perlu dicurigai, ini pasti ada yang diuntungkan dan adanya nepotisme dalam pembelian lahan, ” tandas politisi muda ini.

Dikatakannya, proyek pembangunan perkantoran ini banyak merugikan masyarakat dan merusak lingkungan. Ia mencontohkan dengan dibendungnya parit alami tersebut jelas berdampak pada lingkungan seperti busuknya air, sehingga menyebabkan matinya ikan, serta mengakibatkan kebun warga tergenang.

” Dengan membuat bendungan di parit yang bertahun – tahun sebagai sarana irigasi masyarakat, berakibat fatal. Sebab, dengan menghentikan air mengalir, air akan busuk, akhirnya ikan mati dan yang terpenting hal ini merusak sepadan sungai yang mengakibatkan kebun warga terendam,”ujarnya.

Bahkan, dirinya sangat menyayangkan proyek puluhan milyar ini, tak memiliki Amdal dan melanggar penataan wilayah dan pihaknya pesimis jika pekerjaan akan selesai tepat waktu.

” Proyek ini dikerjakan kontraktor BM dengan nilai seluruh paket pekerjaannya sebesar RP. 30 milyar lebih, ” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tanjabbar Muh.Sjafril Simamora yang memimpin rombongan reses tersebut mengak jika dalam waktu dekat Dewan akan memanggil lintas instansi dan pihak-pihak terkait.

“Hasil temuan dilapangan akan kita bahwa ke komisi dan kita bedah nanti,” ujar Sjafril Simamora singkat.( dul)

Tags: Proyek

Related Posts

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Batang Asam
Berita

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Batang Asam

13 April 2026
16
Berita

12 April 2026
10
BPK Temukan Selisih Harga BBM, Sekda Pastikan Tidak Ada Mark Up
Berita

BPK Temukan Selisih Harga BBM, Sekda Pastikan Tidak Ada Mark Up

9 April 2026
42
Bupati Anwar Sadat Pantau TKA, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul Tanjab Barat
Berita

Bupati Anwar Sadat Pantau TKA, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul Tanjab Barat

9 April 2026
13
Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan Konsolidasi Tanah, 71 Sertifikat Dibagikan
Berita

Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan Konsolidasi Tanah, 71 Sertifikat Dibagikan

8 April 2026
16
Hadapi Agenda Besar, Polres Tanjab Barat Matangkan Kemampuan Dalmas
Berita

Hadapi Agenda Besar, Polres Tanjab Barat Matangkan Kemampuan Dalmas

8 April 2026
18
Next Post
Daftar Ke PKB UAS Dikalungi Sorban, UAS : Saya NU dan Saya Bagian dari PKB

Daftar Ke PKB UAS Dikalungi Sorban, UAS : Saya NU dan Saya Bagian dari PKB

Yogi Sebut Pembangunan di  Tanjabbar tak Berpihak ke Rakyat

Yogi Sebut Pembangunan di Tanjabbar tak Berpihak ke Rakyat

Cegah Kelangkaan Kopi Liberika, KUB Haji Bangun Sungai Terab Tanam 10 Ribu Bibit Kopi

Cegah Kelangkaan Kopi Liberika, KUB Haji Bangun Sungai Terab Tanam 10 Ribu Bibit Kopi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14350 shares
    Share 5740 Tweet 3588
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11687 shares
    Share 4675 Tweet 2922
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8896 shares
    Share 3558 Tweet 2224
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8671 shares
    Share 3468 Tweet 2168
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7760 shares
    Share 3104 Tweet 1940
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD