Dikabarkan DPD I Golkar Turunkan Kader Maju Pilbup, Jahfar Bakal Dapat Pesaing Diinternal Golkar

  • Whatsapp
FOTO : Ketua DPD II Partai Golkar Tanjabbar Faisal Alwi pada saat acara Harlah Golkar beberapa waktu lalu.

RADARDESA.CO,KUALATUNGKAL – Jelang pemilihan kepala daerah khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat semakin seru untuk disimak. Beberapa bacabup dan bacawabup berebut dukungan partai dan masyarakat melalui baliho dan pendaftaran di sejumlah partai besar di Tanjab Barat ini.

Bahkan, ditubuh partai Golkar Tanjabbar yang selama  ini cenderung bakal menerjunkan kader internalnya untuk maju pilbup, yakni Ahmad Jahfar ternyata belum final. Hal ini, dengan tersiar kabar, adanya pengurus DPD I Golkar Provinsi Jambi yang bakal ikut bertarung memperebutkan restu dan rekomendasi DPD II Partai Golkar Tanjung Jabung Barat.

Bacaan Lainnya

Terkait hal tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Tanjung Jabung Barat Faisal Alwi saat dikonfirmasi radardesa.co mengaku jika sesuai amanat Rapimnas Partai Golkar yang dikuatkan melalui Munas bahwa Partai Golkar mengutamakan mengusung kader murni.

“ Selama dia kader murni gak masalah, karena sesuai amanat Rapimnas yang dikuatkan melalui Munas Partai Golkar, bahwa Partai Golkar tetap mengutamakan kader internal untuk diusung pada Pilbup Tanjabbar mendatang,”ungkapnya kepada RADARDESA.CO saat dihubungi via ponselnya Rabu (11/12).

Namun demikian, Lanjutnya seorang kader internal harus memenuhi syarat yang ditentukan Partai Golkar diantaranya surveynya harus tinggi.

“ Walaupun kader internal Partai Golkar, kalau surveynya gak naik-naik, ya nanti dulu,”tegasnya.

Tak hanya itu, ia mengaku jika hingga saat ini pihak Partai Golkar belum melakukan konsulidasi internal terkait siapa nama yang bakal diusungnya pada pilbup mendatang.” Jahfar belum final kok, belum melalui konsulidasi partai, belum lagi surveynya dan kita minggu depan kan baru bentum timsel,”jelasnya.

Disinggung figure dari DPD I yang bakal ikut bertarung di Pilbup Tanjabbar mendatang? Mantan Ketum HMI  ini mengakui, jika figure tersebut sudah dikenal luas dimasyarakat dan mempunyai kans serta bisa diterima semua kalangan.

“ Beliau punya kans, bisa diterima semua kalangan dan gak neko-neko, namun tergantung survey nantinya,”pungkasnya. (dul).

Pos terkait