Setelah sesi pertama ujian berlangsung, saat itu, salah seorang siswa izin keluar kelas. Rupanya sang siswa itu diam- diam mengambil HP yang sebelumnya telah dikumpulkan di luar kelas tersebut.
Saat Kepala Sekolah tengah melihat situasi ujian, ia memergoki seorang siswa yang bermain HP di dekat toilet. Melihat siswa bermain HP tersebut, Kepala Sekolah langsung meminta HP nya, sembari berpesan kepada siswa tersebut, jika mengambil HP harus bersama orang tuanya ke sekolah.
Barulah, sore harinya sang orang tua hadir ke sekolah. Namun, kehadiran orang tua tersebut, malah dengan marah-marah dan diduga membawa senjata api (senpi) yang diselipkan di pinggangnya.
Bahkan dari informasi lainnya, juga menyebutkan sempat mendengar ada bunyi suara letusan yang mirip dengan suara letusan senjata api di luar sekolah. Apakah itu suara letusan senjata api atau bukan belum diketahui.
Tiba di kantor sekolah, orang tua siswa yang hingga saat ini belum diketahui namanya itu, saat Kepala Sekolah keluar langsung diserang dengan menggunakan batako yang ada di depan kantor guru itu. Tidak hanya itu, orang tua siswa itu juga, sempat melayangkan pukulan dengan tongkat Pramuka ke arah Kepala Sekolah. Namun, beruntung lemparan batako dan pukulan tongkat Pramuka tersebut tidak mengenai Kepala Sekolah.
Mengetahui adanya keributan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan langsung melerai perkelahian yang terjadi antara orang tua siswa dan Kepala Sekolah. Saat itu, orang tua siswa dan Kepala Sekolah dapat dipisahkan oleh Wakil Kepala Sekolah.
Namun, tidak sampai disitu, malam harinya orang tua siswa itu kembali datang ke sekolah untuk mencari Kepala Sekolah. Namun, beruntung Kepala Sekolah tersebut sudah disembunyikan di salah satu rumah guru.








