Keesokan harinya, merasa terancam Kepala Sekolah itu melapor ke Kepala Desa Bukit Harapan, Kecamatan Merlung untuk minta perlindungan. Hal itu dilakukan karena dirinya merasa terancam. Kasus ini, informasinya sempat di mediasi oleh Kepala Desa. Namun, tidak ada titik temu.
Kepala Sekolah kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jambi untuk meminta perlindungan.
Terkait hal itu, Kepala Sekolah SMAN 10 Tanjab Barat, Lasemen tak ingin berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan sistem satu pintu saja.
“Satu pintu saja (Pihak Kepolisian Polres Tanjab Barat, red),” katanya, Jum’at (6/3) sekitar pukul 17.30 wib saat ditemui awak media di Mapolres Tanjab Barat usai membuat laporan polisi.
Sementara itu,Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro melalui wakapolres Kompol Wirmanto Dinata, S.Ag membenarkan jika ada laporan tersebut. Ia juga menyebutkan telah ada pertemuan dengan pihak yang bersangkutan (Kepala Sekolah) dan perwakilan PGRI di Mapolres Tanjab Barat.
“Iya, sudah ada laporan, tadi kita juga sudah bertemu dengan perwakilan PGRI,” tandasnya saat ditemui di ruang kerjanya (eko/dul).








