KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Pendamping desa yang tergabung dalam Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tidak tinggal diam menyikapi wabah virus corona.
Bahkan para pendamping desa yang mendampingi perencanaan, pelaksanaan dan laporan penggunaan dana di setiap desa disiagakan.
[irp posts=”1426″ name=”660 Pendamping Desa di Provinsi Jambi Perpanjang Kontrak, Kasatker P3MD : TA Jangan Bebankan Kinerja ke PLD”]
“Pendamping desa ikut masuk tim di desa,” kata koordinator TA (Tenaga Ahli) P3MD di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muzardi.
Bahkan menurut Muzardi, mereka tergabung dalam tim relawan desa melawan Covid-19 sekaligus membantu mendampingi desa terkait virus corona tersebut.
“Hingga saat ini sejumlah desa di Tanjabbar telah terbentuk relawan desa lawan covid-19,” terangnya, Minggu (12/4/2020).
Tenaga Ahli Infrastruktur Desa ini menjelaskan, tercatat hingga saat ini sudah terbentuk di 114 tim relawan yang menyebar di desa-desa Tanjabbar. Masing-masing tim relawan desa jumlahnya bervariasi tergantung dari kebutuhan desa antara 10 relawan hingga 50 relawan di masing-masing desa.
Para relawan desa tersebut sudah beraksi dengan mendirikan pos tim sebanyak 114 lokasi, yakni setiap desa sudah berdiri pos jaga.
“Tim relawan ini juga sudah menyediakan tempat cuci tangan di tempat tempat publik,” jelasnya kepada radardesa.co.
Ditambahkan, tak dipungkiri banyak pemberitaan dan menyebarnya publikasi jumlah data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (OPD), sedikit banyak menggerakkan banyak orang untuk waspada, mencegah dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
Tak terkecuali desa-desa di Tanjabbar bergerak mencegah dan menanggulangi si covid-19. Sehingga ratusan desa di Tanjabbar sudah mulai membentuk tim relawan desa lawan covid-19.
“Mereka bertugas membikin pusat Informasi, sosialisasi, pendataan, penyemprotan disinfektan dan penyediaan tempat cuci tangan, tempat khusus penanganan. Serta pos jaga gerbang desa, memastikan tidak ada kerumunan warga, membantu tenaga kesehatan, penyiapan dan penanganan logistik untuk kepentingan warga desa,” pungkasnya. [dul]









