Absen Online ASN Pemprov Jambi, Diberlakukan 23-25 Mei

  • Whatsapp
FOTO : Plt Kepala BKD Provinsi Jambi Pahari

JAMBI,RADARDESA.CO – Jika sebelumnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jambi diberikan libur lima hari pada hari raya Idul Fitri 1441.H yang jatuh pada tahun ini, mulai 21 hingga 25 Mei, kebijakan tersebut berubah pasca adanya perubaham cuti bersama, jika sebelumnya tanggal 22 Mei merupakan Cuti Bersama berubah jadi hari kerja.

Sehingga cuti bersama lebaran Iedul Fitri tepatnya pada 23 hingga 25 Mei mendatang.

loading…

Hal ini berubah juga dengan jadwal absensi Online ASN Provinsi Jambi agar tak berpergian ke luar daerah atau mudik yang sebelumnya di mulai 21 hingga 25 Mei 2020 berubah mulai 23 hingga 25 Mei 2020 sebagaimana berita radardesa.co sebelumnya Selama Libur Lebaran, ASN Pemprov Jambi Wajib Absen Online

 Plt Kepala BKD Provinsi Jambi Pahari, mengatakan Aturan absensi  online ini sudah disampaikan melalui Surat BKD bernomor.S.1198/BKD/4.2/V/2020 yang diteken pada 18 Mei lalu. Selain itu, untuk uji coba awal SiAbon ini dilakukan pada 21 hingga 22 Mei dan pelaksanaan mulai 23 hingga 25 Mei.

Surat ini juga merupakan perubahan dari surat yang pertama dikeluarkan BKD. Sebelumnya pengisian absen hanya dua jam saja. Namun dengan pertimbangan banyaknya ASN Pemprov maka waktu diperpanjang.

” Jumlah ASN Pemprov banyak yakni 11.437 orang,kalau dua jam takut servernya tak sanggup. Dan pertimbangan lain ASN UPTD Provinsi yang di kabupaten berhubung bebaran pasti ada di rumah masing-masing di kota jambi, itu penyesuaian perubahan kedua ini,” tandasnya

Pahari mengatakan untuk pengisiannya dengan menggunakan Sistem Absensi Online (SiAbon) pada link ini atau bisa juga melalui google playstore melalui link : Playstore.

Nantinya ASN akan mengisi username sesuai Nomor Induk Pegawai (NIK) dengan password awal 123456, yang selanjutnya password dapat diganti.

“Pelaporan ini akan dilaksanakan dua kali sehari oleh ASN, yakni pagi pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, dan sore 15.00 hingga 21.00 WIB dengan mengaktifkan GPS/Mode lokasi pada android dan mengirimkan foto diri melalui aplikasi,” sampai Pahari

Pelaporan ini kata Pahari dilakukan ditempat tinggal masing-masing dalam wilayah Provinsi Jambi, kecuali ASN yang bertugas di Badan Perhubungan Daerah Provinsi Jambi disesuaikan dengan tempat tinggal awal.

“Tempat laporan awal menjadi posisi pada pelaporan selanjutnya yakni dengan posisi radius 1 KM dari laporan awal, apabila melebihi 1 KM maka tidak bisa mengakses aplikasi tersebut, dan ASN yang tidak melaporkan keberadaannya tanpa keterangan yang sah, maka dianggap berpergian atau mudik,” ujar Pahari.(ube)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *