Bawaslu Sarankan Kampanye Pilkada 2020 Digelar Virtual

  • Whatsapp
Ilustrasi

JAKARTA,RADARDESA.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyarankan metode kampanye tatap muka dihapuskan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Penyelenggaran pesta demokrasi tersebut harus tetap menaati protokol penanganan virus korona (covid-19).

“Masih mungkin (mengubah) model kampanye konvensional, kebetulan peraturan KPU (PKPU) juga masih dibahas,” ujar Anggota Bawaslu Mochammad Affiuddin dalam diskusi virtual bertajuk diskursus pelaksanaan pilkada serentak di era pandemi, Minggu, 10 Mei 2020.

loading…

Menurut dia, model kampanye dapat diubah melalui media sosial atau aplikasi berbasia daring. Dia menyakini model tersebut akan mengalami tantang baru dalam sisi pengawasan agar tidak ada peserta yang menyalahi aturan.

“(Ada) tuntuntan dan tantangan berbeda melibatkan banyak platfrom untuk mengawasi (kampanye),” ujar dia.
Affiuddin mengatakan Pilpres 2019 dapat menjadi contoh untuk memetakan persoalan saat kampanye di media sosial. “Sebagaimana kemeriahan pada Pemilu 2019 kemarin. (Akhirnya) sangat tergantung dengan teman-temann KPU,” tutur dia.

Sebelumnya, Senior Program Manager International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA) Adhy Aman menyarankan pemerintah mempelajari sistem pemilu di Korea Selatan untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Negeri Ginseng dianggap sukses menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi virus korona (covid-19).

“Korea Selatan bisa dijadikan pembelajaran,” kata Adhy Aman dalam telenconference, Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

Adhy mengatakan pemerintah Korea Selatan rutin berkomunikasi dengan publik lewat berbagai cara. Misalnya, menggunakan Youtube dan aneka infografis untuk menarik perhatian.

Pandemi covid-19, lanjut dia, juga memengaruhi cara kampanye peserta pemilu lantaran tidak bisa berkerumun. Mereka berlomba-lomba menarik simpati masyarakat dengan realitas tertambah atau augmented reality (AR), membuat konten di media sosial, hingga berlari sejauh 400 kilometer.(AZF)

Sumber : medcom.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *