Dampak Pandemi Covid-19, Omset BUMDES Karya Bersama Desa Delima Menurun Hingga Ratusan Juta

  • Whatsapp
FOTO: Zuvita Erdaningsih, Direktur BUMDes Karya Bersama Desa Delima

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO –  Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada pedagang kecil, namun berpengaruh pada omset Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes).

Dalam masa pandemi selama 3 bulan ini, sangat berdampak salah satunya pada omset BUMDes terbaik se Provinsi Jambi dan yang telah menyumbangkan PAD ke Desa hingga ratusan juta rupiah. Dampaknya pada penurunan omset hingga ratusan juta rupiah.

loading…

Direktur BUMDes Karya Bersama Desa Delima Zuvita Erdaningsih mengatakan selama pandemi corona 3 bulan terakhir BUMDes yang dikelolanya mengalami penurunan omset hingga 50 persen.

” Sekitar 50 persen penurunan selama pandemi corona saat ini,” ungkapnya saat dihubungi radardesa.co Minggu (31/5).

Zuvita mengungkapkan penurunan omset sangat terasa pada unit usaha pengolahan pupuk kompos integrasi kotoran sapi dengan pelepah sawit.

” Dari beberapa unit usaha, yang sangat terasa penurunannya pada unit pengolahan kompos,” jelasnya

Hal ini, katanya disebabkan permasalahan distribusi pupuk kompos tersebut yang saat ini tersendat dengan PT.Sinar Mas. Wal hasil, produksi ratusan ton per bulannya harus tersendat akibat terdampak corona saat ini.

” Sebelum pandemi corona, saat itu ada perubahan harga ulang dengan PT Sinar Mas, namun saat memulai MOU, pandemi corona terjadi, akhirnya kita tidak dapat mendistribusikan produk pupuk kompos kita,” ungkap wanita alumni UNJA yang masih lajang ini.

Disebutkannya, pada waktu normal omset BUMDes Karya Bersama Desa Delima ini dapat mencapai Rp.600 juta perbulan, namun saat ini mengalami penurunan hingga 50 persen.

” Kalau pada waktu normal omset kita mencapai Rp.600 juta perbulan, saat ini hanya mencapai Rp.250 juta hingga Rp. 300 juta,” ungkapnya.

FOTO: Unit Usaha BUMDes Karya Gemilang Desa Delima produksi Pupuk kompos

Seperti kita ketahui BUMDes Karya Bersama merupakan BUMDes terbaik se Provinsi Jambi. BUMDes ini setiap tahunnya telah berhasil meraup laba bersih dari Rp.550 juta hingga Rp.690 juta pertahun, bahkan telah menyumbangkan Pendapatan Asli Desa ( PADes) antara Rp.138 juta hingga Rp.145 juta pertahun.

Saat ini ada beberapa unit usaha yang dikelolanya yakni Mini Market, Air Isi ulang, budidaya ikan lele dan produksi pengolahan pupuk kompos.(dul).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *