JAMBI,RADARDESA.CO – Tahun 2020 ini jumlah status desa sangat tertinggal sangat menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diketahui dari hasil finalisasi pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) yang dilakukan pada tahun 2020 oleh P3MD Kemendes PDTT RI.
Dari data tersebut dari 9 Desa di Provinsi Jambi yang bersatus sangat tetinggal, pada tahun 2020 ini tertinggal 2 desa yakni Desa Labuhan Pering dan Sungai Penuh Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Koordinator Program P3MD Provinsi Jambi, Edi Endra SP mengatakan bahwa pengukuran IDM dilakukan dengan pengisian kuisioner yang dilakukan di 1.399 desa dengan melibatkan unsur penting para pendamping desa dan OPD terkait.
“Kita peroleh dari hasil pengukuran IDM, pada 1.399 desa, dengan hasil tersebut dapat kita simpulkan bahwa desa bersatus sangat tertinggal menurun drastis dan desa bersatus mandiri naik drastis,” ujarnya kepada radardesa.co kemarin.

Dijelaskannya, apabila dibandingkan pada tahun 2019 lalu, sejumlah desa di Provinsi Jambi mengalami peningkatan status. Jika tahun lalu hanya lima desa yang merupakan desa Mandiri, tahun ini meningkat menjadi 87 desa. Sementara jumlah desa sangat tertinggal juga menurun. Dari tahun lalu sebanyak 9 Desa Sangat Tertinggal, tahun ini hanya tinggal dua desa.
”Ini sebagai dampak dari dana desa yang selama ini dikucurkan oleh pemerintah pusat. Dan juga alokasi dana desa yang dikucurkan pemerintah kabupaten serta bantuan provinsi,” ungkapnya.
Dijelaskannya 2 desa sangat tertinggal tersebut adalah Desa Labuhan Pering dan Sungai Penuh Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
” 2 desa tersebut yaitu Desa Labuhan Pering dan Sungai Penuh, desa ini memang berada di pinggiran Tanjabtim,” ungkapnya.
Dikatakan Edi, ada banyak indikator dalam penilaian indeks desa membangun tersebut. Selain pendidikan dan kesehatan, juga indikator ekonomi. Indeks Desa Membangun ini lanjutnya, diperlukan sebagai acuan terhadap status desa sesuai yang diatur dalam Permendesa PDTT RI Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun.
”Indeks Desa Membangun disusun untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menangani pengentasan Desa Tertinggal dan peningkatan Desa Mandiri,” tukas alumni Fakultas Pertanian Unja ini.

Diungkapkannya, dari 1.399 desa dalam IDM tahun 2020 ini ada sebanyak 155 desa tertinggal, 285 desa maju dan 870 desa berkembang.
”Peran semua pihak sangat menunjang dalam perubahan desa-desa di provinsi Jambi. Saya selaku koordinator program juga berterima kasih kepada pendamping yang telah setia dan tekun mendampingi desa hingga mengawal proses IDM ini. Terima kasih juga kepada pemerintah desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi yang telah bekerjasama dengan kami,” ujar putra Merangin ini. (dul)








