KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Stok rapid test di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif, Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar),habis. Hal ini dikarenakan banyaknya pasien yang menjalani rapid test di rumah sakit ini.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah KH.Daud Arif Kualatungkal, dr.Elfris Syahril mengatakan jika stok rapid tes dirumah sakit yang ia pimpin sudah habis. Hal ini karena setiap pasien rawat inap dan bedah dilakukan rapid test terlebih dahulu.
” Ya karena kebutuhan, sebab kita berlakukan aturan, setiap pasien yang rawat inap dan bedah kita lakukan rapid test terlebih dahulu,” ungkapnya kepada radardesa.co Selasa (11/08).
Menurutnya, ia tak mau kecolongan ada pasien yang positif Covid-19 dirawat di Rumah Sakit.
” Iya saya tak mau kecolongan, makanya yang rawat inap semua kita lakukan rapid tes,” ujarnya.
Dikatakannya, pihaknya telah memesan 100 kotak rapid test dari jakarta, namun terkendala pada lamanya proses pengiriman.
” Sudah kita pesan 100 kotak, tapi belum nyampek, kita cek hari ini baru sampai Jambi,” ujarnya.
Disinggung dana rapid test, apakah menggunakan dana BLUD atau dari dana Covid-19 Tanjabbar? Elfis mengaku jika dananya semuanya dari dana Covid-19.
” Dana untuk pembelian rapid tes dari dana Covid-19 di RSUD,” pungkasnya.
saat ini pihaknya masih memesan rapid tes se
kehabisan alat rapid test.
“Kosong dari kemarin,” ujar Direktur RSUD KH Daud Arif, Elfis Syahril, Selasa (11/8/2020).
Elfis menyebutkan habisnya alat rapid test di rumah sakit plat merah tersebut dikarenakan banyaknya pasien yang waktu mau dirawat harus dilakukan rapid test.
Sebagai langkah antisipasi menjelang pesanan datang, Elfis mengataman pihaknya berencana untuk meminjam alat rapid test ke salah satu klinik.
Lebih lanjut Elfis mengatakan, belum lama ini pihaknya telah memesan alat rapid test, namun belum dikirim dari Jakarta.
“Kita sudah memesan sebanyak 45 kotak. Berkemungkinan hari ini pesanannya datang. Ada kendala keterlambatan pengiriman dari pihak JNE di Jambi,” tandasnya. (dul).







