Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Berita

Inovatif ! Desa Ini Berdayakan Warganya Membuat Kursi dari Sampah

18 September 2020
in Berita, Inovasi Desa, Kabar Desa
0
Inovatif ! Desa Ini Berdayakan Warganya Membuat Kursi dari Sampah

Kursi ecobrick berbahan baku sampah di Balai Desa Tembok, Buleleng. Foto/istimewa

1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BALI,RADARDESA.CO – Ada saja upaya yang dilakukan Pemerintah Desa Tembok dalam memberdayakan warga. Kali ini warga di desa setempat diberdayakan membuat kursi dengan bahan dasar eco-brick. Warga yang terlibat diberdayakan melalui program padat karya tunai.

Proses pembuatan kursi berbahan dasar eco-brick itu baru dimulai sejak akhir Agustus lalu. Sampah plastik yang terkumpul di Bank Sampah Tembok Kedas Mesari, dimasukkan dalam wadah botol plastik. Sampah plastik dimasukkan ke dalam botol sebanyak mungkin, sehingga botol benar-benar padat dan menjadi eco-brick.

Setelah siap eco-brick itu diboyong menuju Balai Desa Tembok. Kebetulan jarak antara bank sampah dengan balai desa tak sampai 50 meter. Di balai desa, sudah ada 8 orang pemuda yang siap mengolah eco-brick itu menjadi kursi.

Eco-brick disusun sedemikan rupa hingga berbentuk segitiga sama sisi. Selanjutnya eco-brick direkatkan dengan menggunakan selotip. Lebih lanjut botol-botol itu dibalik. Pada bagian bawah botol, direkatkan busa setebal 10 sentimeter. Sedangkan pada bagian tutup botol, ditempel sebuah plastik. Sehingga eco-brick itu tak mudah bergeser.

BacaLainnya

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Batang Asam

BPK Temukan Selisih Harga BBM, Sekda Pastikan Tidak Ada Mark Up

Begitu siap, eco-brick itu langsung dilapisi kain. Kain-kain itu didapat dari penjahit di desa setempat. Selanjutnya kursi yang sudah siap ditempatkan di sudut balai desa.

Perbekel Tembok Dewa Komang Yudi Astara mengaku dirinya sengaja menyiapkan program pemberdayaan pembuatan kursi berbahan dasar eco-brik. Menurutnya ada manfaat ganda yang didapat dari program ini. Proses daur ulang sampah plastik bisa berjalan dengan baik, warga yang terlibat mendapatkan edukasi pemanfaatan sampah plastik, selain itu mereka juga mendapat upah karena dipekerjakan lewat program padat karya tunai.

Yudi menyebut para pemuda yang terlibat dalam program itu, seluruhnya pengangguran. Ada yang baru lulus sekolah. Ada pula yang kembali ke desa setelah kehilangan pekerjaan di tempat merantau. Mereka dipekerjakan selama 4 jam sehari dengan upah Rp 30 ribu.

“Ada manfaat ganda yang kami rasakan. Jadi bukan semata-mata memberdayakan masyarakat saja. Tapi masalah sampah yang selama ini terbatas ruang proses daur ulangnya, bisa kami manfaatkan lebih optimal,” kata Yudi.

Lebih lanjut Yudi menuturkan, ide pembuatan kursi eco-brik itu sebenarnya bermula dari masalah sederhana. Kursi plastik yang menjadi inventaris di balai desa, hampir seluruhnya rusak. Alhasil proses rapat pemerintah desa maupun rapat dengan warga, harus dilakukan dengan lesehan.

Tadinya desa hendak membeli kursi plastik. Agar lebih cepat dan praktis. Namun rencana itu diurungkan. Sebab tak ada dampak yang dirasakan oleh masyarakat desa.

“Sebenarnya bisa saja sih beli kursi plastik. Tinggal anggarkan di APBDes. Minggu depan pun bisa kami beli kursi yang harganya Rp 125 ribu per buah. Tapi kan dampak untuk warga tidak ada. Karena harus beli ke kota. Akhirnya ada ide membuat kursi dari eco-brick ini. Warga yang terlibat kami berdayakan. Sampah bisa daur ulang, warga yang diberdayakan juga mendapat manfaat,” katanya lagi.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Inovasi Desa

Related Posts

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Batang Asam
Berita

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Batang Asam

13 April 2026
15
Berita

12 April 2026
9
BPK Temukan Selisih Harga BBM, Sekda Pastikan Tidak Ada Mark Up
Berita

BPK Temukan Selisih Harga BBM, Sekda Pastikan Tidak Ada Mark Up

9 April 2026
42
Bupati Anwar Sadat Pantau TKA, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul Tanjab Barat
Berita

Bupati Anwar Sadat Pantau TKA, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul Tanjab Barat

9 April 2026
10
Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan Konsolidasi Tanah, 71 Sertifikat Dibagikan
Berita

Pemkab Tanjab Barat Tuntaskan Konsolidasi Tanah, 71 Sertifikat Dibagikan

8 April 2026
14
Hadapi Agenda Besar, Polres Tanjab Barat Matangkan Kemampuan Dalmas
Berita

Hadapi Agenda Besar, Polres Tanjab Barat Matangkan Kemampuan Dalmas

8 April 2026
18
Next Post
Ramuan Daun Sungkai Obat Covid-19?  Ini Hasil Penelitian Unja

Ramuan Daun Sungkai Obat Covid-19? Ini Hasil Penelitian Unja

Sejumlah Tokoh dan Kyai Sepuh Seberang Doakan Haris-Sani Jadi Gubernur

Sejumlah Tokoh dan Kyai Sepuh Seberang Doakan Haris-Sani Jadi Gubernur

Dukungan Terus Mengalir, Giliran Tokoh  dan Komunitas Jawa Kota Jambi Dukung Haris-Sani

Dukungan Terus Mengalir, Giliran Tokoh dan Komunitas Jawa Kota Jambi Dukung Haris-Sani

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14350 shares
    Share 5740 Tweet 3588
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11687 shares
    Share 4675 Tweet 2922
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8896 shares
    Share 3558 Tweet 2224
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8671 shares
    Share 3468 Tweet 2168
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7760 shares
    Share 3104 Tweet 1940
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD