Satu Lagi Pasien Suspek Covid-19 di Tanjabbar Meninggal Dunia

  • Whatsapp
FOTO : Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ir.H.Taharuddin

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO– Satu pasien suspek Covid-19 berinisial AL yang dirawat di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) meninggal dunia, Minggu (27/9/2020) sekitar pukul 12.00 wib.

Tidak ingin kecolongan kedua kalinya tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) akan memakamkan pasien suspek AL sesuai dengan protokol kesehatan yang ada.

Bacaan Lainnya

Jubir Covid-19 Tanjab Barat, Taharuddin mengatakan pihaknya akan tetapkan melakukan pemakaman kepada pasien yang baru meninggal, Minggu (17/9/2020) sekitar pukul 12.00 wib. Meski pihak keluarga menolak untuk dimakamkan sesuai dengan protokol.

“Kami tetap bersikukuh dengan segala konsekwensinya, pemakamannya dilakukan secara protokol covid-19,”katanya.

Tahar mengaskan pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki yang merupakan Warga Kuala Tungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat yang di rawat sejak 24 September 2020 di RSUD KH Daud Arif.

“Yang bersangkutan ini memiliki riwayat penyakit Hiperglikemia,”ujarnya.

Pasien tersebut sudah dilakukan tes Sweb yang dilakukan tim medis. Namun, hingga saat ini hasil Swebnya belum keluar.

“Tanggal 24 September sudah dilakukan swab test, namun hasilnya belum keluar. Makanya dikategorikan Suspect Covid-19″ungkapnya.

Tahar menegaskan pihaknya tidak ingin lagi kecolongan seperti sebelumnya yakni pasien DL. Dia menegaskan apapun yang terjadi pemakaman akan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. “Cukup yang kemarin kita kecolongan,”sebutnya.

Pemakaman akan dilakukan di Pemakaman milik Pemkab Tanjab Barat yang disediakan oleh tim gugus di Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara tepatnya dibelakang Mako Brimob.

“Di pemakaman khusus Covid-19,”tandasnya.

Menurutnya, kejadian sebelumnya yakni DL cukup menjadi pelajaran untuk semua pihak. Sehingga pemakaman untuk AL ini akan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan.

“Kita tidak mau terulang lagi,”tandasnya. (dul).

Pos terkait