Positif Covid-19 Terus Melonjak,Pemkab Tanjabbar Tegaskan Siap Gelar Pilkada

  • Whatsapp
Ilustrasi

KUALATUNGKAL, RADARDESA.CO – Kendati jumlah kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencapai 104 oranb, namun Pemerintah Kabupaten Tanjabbar menyatakan kesiapannya untuk menggelar Pilkada di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Ir. H. Agus Sanusi, MSi saat mewakili Bupati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pilkada dan Penanganan Covid-19 melalui Video Conference bersama Pjs Gubernur Jambi, Ir. Restuardy Daud, M.Sc, di Ruang Rapat Bupati, Jumat (09/10).

Bacaan Lainnya

Dalam laporannya Sekda H. Agus Sanusi menjelaskan persiapan yang telah dilakukan Pemkab Tanjab Barat untuk Pilkada dan penanganan covid-19.

“Dalam pelaksanaan Pilkada pada 09 Desember 2020 nanti, Kabupaten Tanjab Barat memiliki kurang lebih 6030 KPPS. Untuk penanganan Covid ada 3 tempat yang disiapkan pemkab jikalau ada pelonjakan yang kasus yang signifikan. Puskesmas Terjun Jaya Pematang Lumut disiapkan 20 bed, BLK eks Rumah Sakit Jantung 40 bed serta Gedung Balai Adat 10 bed,” papar Sekda.

“Harapan kami mudah-mudahan ruang isolasi ini tidak digunakan. Karena pada dasarnya ini hanya langkah antisipasi jika ada pelonjakan kasus Covid 19.”

Dalam rapat yang diikuti seluruh Bupati/Walikota se-Provinsi Jambi tersebut Sekda juga menyampaikan saran terkait pelaksanaan rapid test jelang Pilkada. Dalam jadwal pelaksanaan rapid test diharuskan dari tanggal 5-26 November 2020.

Menurutnya, jika dilaksanakan tanggal 26 November 2020 berati kurang 14 hari dari hari pencoblosan di tanggal 9 Desember yang dirasa sudah tidak efisien. Agus Sanusi berharap untuk pelaksanaan rapid test dapat di undur.

Sekda Agus Sanusi juga melaporkan beberapa informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan Tanjab Barat kepada Pj. Gubernur yang baru dilantik tersebut. Mulai dari APBD-P 2020, proses APBD 2021, pelaksanaan Dana Desa hingga pembentukan Satgas Bencana.

Sebelumnya Pjs. Gubernur Jambi dalam arahannya mengatakan beberapa hal yg akan di bicarakan dalam rakor ini antara lain tentang penyelenggaran pemerintahan dan pelayanan publik, ketentraman dan ketertiban umum, pelaksanaan APBD 2020 dan penyusunan APBD 2021, pemulihan ekonomi dan optimimalisasi Dana Desa dan Siaga Bencana Hidrometeorologi, Pelaksanaan Tahapan Kampanye dan Pencegahan dan Penanganan Covid 19.(dul)

Pos terkait