Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Opini

Minggu Tenang yang Tak Tenang; Catatan Jelang Pilkada

Oleh Ahmad Harun Yahya, M.Si*

7 Desember 2020
in Opini
0
Saat Partai Pemenang Pemilu di Jambi Berbelok Mencari Kader Baru, Pengamat: Sistem Kaderisasi Dipertanyakan

Ahmad Harun Yahya Pengamat Politik Jambi, Dosen UIN Raden Fatah Palembang

91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Setelah berbagai tahapan Pilkada serentak 2020 dilalui, mulai dari pendaftaran calon, penetapan calon, pelaksanaan kampanye hingga debat antar calon. Akhirnya, sampailah kita pada masa tenang pilkada 6-8 desember 2020.

Jelang tiga hari sebelum pencoblosan berbagai atribut kampanye telah dibersihkan dan segala bentuk kampanye sudah “Diharamkan”.

Para calon bupati pun kemarin menutup kampanye dengan berbagai macam kegiatan, hari terkahir kampanye kemarin, calon 01 Mulyani melakukan ziarah, calon 02 UAS menutup kampanye dengan kampanye diwilayah tungkal ilir, dan calon 03 Mukhlis menutup kampanye dengan menggelar acara di kediaman pribadinya.

Masa tenang pemilu adalah penamaan khas pemilu di Indonesia, filosofi dari masa tenang ini adalah dimaksudkan agar para pemilih dapat memanfaatkan waktu jelang pemilihan untuk berpikir tenang guna mengambil sebuah “ijtihad politik” dan memantapkan pilihannya pada 9 desember besok. Bagi para calon masa tenang ini semestinya digunakan untuk banyak refleksi diri, berdoa dan tawakkal karena ikhtiar telah dimaksimalkan.

BacaLainnya

Opini : Cerdas Memilih, Kunci Pemimpin Berintegritas dan Bebas Narkoba

Kemenangan Haris-Sani: Elektabilitas, Kampanye Akbar dan Dukungan Tokoh Politik di Pilgub Jambi

Hoax dan Pembodohan Terstruktur, Taktik Panik dan Manipulasi dalam Pertarungan Politik

Akan tetapi, masa tenang pilkada ini boleh jadi justru menjadi masa yang tak tenang bagi pasangan calon, tim sukses, penyelengara pemilu bahkan masyarakat. Bagi paslon dan timses masa tenang ini boleh jadi dipenuhi ketidak tenangan dan kegundahan hati, bagaimana tidak? Segala energi telah dikuras baik secara materil dan non materil, konsekuensi dari pemilihan terbuka semacam ini adalah menelan cost (biaya) politik yang tidak sedikit. Belum lagi kegundahan karena terkait potensi kalah, karena dari ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati tanjab barat punya peta kekuatan yang hampir cukup berimbang, kesemuanya memiliki potensi kemenangan yang sama.

Kemudian, ketidak tenangan bagi penyelenggara, pilkada serentak di tengah pandemi 2020 adalah pertahuran bagi kualitas demokrasi di Indonesia. Sejak awal pandemi, kita semua meraba-raba karena melakukan pemilihan dengan protokol kesehatan ditengah pandemi belum pernah dilakukan sepanjang sejarah pemilu di Indonesia bahkan di dunia.

Mampukah pemilu kita sukses di gelar seperti halnya di negara Singapura dan Korea Selatan? Sedangkan dalam kondisi normal saja masih banyak persoalan pemilu yang masih perlu diperbaiki dan di sempurnakan. Belum lagi persoalan partisipasi pemilih, jelang pemilihan saja angka pasien positif covid-19 terus meningkat dan kebanyakan yang terkonfirmasi positif adalah dari penyelenggara pemilu itu sendiri.

Kondisi ini akan menambah kecemasan masyarakat untuk datang menggunakan hak pilihnya. Akhirnya, jika angka partisipasi pemilih rendah , maka, keterpilihan kandidat menjadi minim legitimasi dan tidak berkualtas meskipun tetap sah secara hukum.

Selanjutnya, bagi pengawas pemilu, penindakan pelanggaran pada masa tenang juga menjadi tantangan dan perlu keberanian pengawas pemilu, masa tenang sering kali dimanfaatkan dengan kampanye-kampanye terselubung dan momentum “sedekah politik” baik dalam bentuk uang, barang ataupun yang lainnya. Selama ini praktek “sedekah politik” khususnya politik uang pada momen pemilu memang ibarat hantu, ia ada tapi entah kenapa sulit untuk ditangkap dan dibuktikan.

Pengawas pemilu harus berani menindak tegas segala macam bentuk pelanggaran pada masa tenang hingga pencoblosan nanti.

Bagi masyarakat, kegundahan di masa tenang juga tentu terasa, iming-iming poitik uang, konflik sosial dan kecemasan terkait penyebaran covid-19 yang tinggi boleh jadi menghantui pikiran masyarakat, belum lagi persahabatan yang mungkin retak karena beda pilihan politik.

Sebagai akhir penutup catatan di atas, sudah semestinya masa tenang ini digunakan untuk merenung dan refleksi. Catatan dan persoalan yang penulis sampaikan semoga menjadi bahan evaluasi guna perbaikan sistem demokrasi kita agar bermartabat dan berkualitas.

Kita semua tentu menginginkan harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara serta menciptakan demokrasi yang sehat dan berkualitas. Untuk mewujudkan itu semua memerlukan komitmen semua pihak, mulai dari partai politik, pasangan calon, penyelenggara pemilu hingga masyarakat.
Semoga Pilkada serentak 2020 berjalan sukses, pemilih sehat, pemilu berkualitas dan pilkada damai.

*) Dosen Fakultas Dakwah dan Kominikasi UIN Raden Fatah Palembang 

 

Tags: Opini

Related Posts

Opini : Cerdas Memilih, Kunci Pemimpin Berintegritas dan Bebas Narkoba
Opini

Opini : Cerdas Memilih, Kunci Pemimpin Berintegritas dan Bebas Narkoba

23 November 2024
19
Kemenangan Haris-Sani: Elektabilitas, Kampanye Akbar dan Dukungan Tokoh Politik di Pilgub Jambi
Opini

Kemenangan Haris-Sani: Elektabilitas, Kampanye Akbar dan Dukungan Tokoh Politik di Pilgub Jambi

22 November 2024
19
Hoax dan Pembodohan Terstruktur, Taktik Panik dan Manipulasi dalam Pertarungan Politik
Opini

Hoax dan Pembodohan Terstruktur, Taktik Panik dan Manipulasi dalam Pertarungan Politik

21 November 2024
26
Al Haris dan Abdullah Sani Kolaborasi Strategis antara Birokrasi dan Dakwah
Opini

Al Haris dan Abdullah Sani Kolaborasi Strategis antara Birokrasi dan Dakwah

20 November 2024
30
Opini : Penolakan Cagub Narkoboy, Ironi Bagi Jambi yang Berjuang Melawan Narkoba di Tengah Komitmen Nasional
Opini

Opini : Penolakan Cagub Narkoboy, Ironi Bagi Jambi yang Berjuang Melawan Narkoba di Tengah Komitmen Nasional

19 November 2024
422
Opini : Komitmen Tanpa Henti, Jambi Bersih Narkoba di Bawah Kepemimpinan Al Haris
Opini

Opini : Komitmen Tanpa Henti, Jambi Bersih Narkoba di Bawah Kepemimpinan Al Haris

18 November 2024
619
Next Post
Pasien 01 Tanjabbar Dinyatakan Sembuh, Pasca Hasil 4 Kali Swab Negatif

Jelang Coblosan, 52 Petugas KPPS di Tanjabbar Terkonfirmasi Positif Covid-19

Rawan Politik Uang dan Kampanye Terselubung

Rawan Politik Uang dan Kampanye Terselubung

Gus Menteri: BUMDes Tidak Boleh Ganggu Ekonomi Warga Desa

Gus Menteri: BUMDes Tidak Boleh Ganggu Ekonomi Warga Desa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14350 shares
    Share 5740 Tweet 3588
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11687 shares
    Share 4675 Tweet 2922
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8896 shares
    Share 3558 Tweet 2224
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8671 shares
    Share 3468 Tweet 2168
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7760 shares
    Share 3104 Tweet 1940
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD