KOTAJAMBI,RADARDESA.CO – Awalnya, pemerintah bakal menerapkan belajar tatap muka di sekolah, hari ini (18/1). Namun rupanya, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menunda rencana tersebut, di tingkat SMA, SMK, dan SLB. Mereka masih melakukan pembelajaran via daring.
Penundaan tersebut, disebabkan karena saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Jambi masih melakukan verifikasi dan validasi terhadap kesiapan sekolah.
“Masih dalam tahap verifikasi, jadi belum bisa belajar tatap muka,” kata Bukri Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Minggu (17/1).
Saat ini dirinya juga masih akan menunggu sekolah yang mengirim berkas kesiapan untuk belajar tatap muka di sekolah.
“Setelah tatap verifikasi ini langsung kita buatkan SK dan izin dari Gubernur Jambi,” tambahnya.
Kata dia, jumlah keseluruhan sekolah SMA, SMK, SLB negeri dan swasta di Provinsi Jambi ada 428 sekolah. Rinciannya, 233 SMA, 173 SMK, dan 16 SLB. Menurutnya, sudah 70 persen lebih sekolah SMA, SMK, SLB baik negeri dan swasta di Jambi sudah mengajukan atau melaporkan di form online ke situs Kemendikbud terkait kesiapan pembelajaran tatap muka.
Sedikitnya ada 6 poin yang harus dipenuhi setiap sekolah apabila ingin menerapkan pembelajaran tatap muka.
“Persyaratan itu antara lain sanitasi, fasilitas kesehatan, kesiapan menerapkan wajib makser, thermogun, pemetaan satuan pendidikan untuk tahu siapa yang punya komorbid, persetujuan komite sekolah dan orang tua wali,” sebutnya.
Kemudian, siswa yang melakukan pembelajaran juga dibatasi, kapasitas maksimal 50 persen dari hari biasanya atau diterapkan dua shif. Kemudian orangtua siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak.
“Sekolah dinyatakan siap melaksanakan pembelajaran tatap muka jika telah di kaji dan diteliti oleh pihak Disdik. Jika izin dari Gubernur keluar, barulah sekolah boleh buka pembelajaran tatap muka,” tandansya. (slt)
Sumber : jambi-independent.co.id










