KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Terkait ramainya sorotan soal rencana pembelian 3 mobil yakni dinas Bupati, Wakil Bupati dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat di masyarakat dan pemberitaan media massa akhirnya terjawab. Ternyata, Pembelian mobil dinas tersebut diusulkan pada APBD 2022 dari bagian umum bukan pada APBD Perubahan.
Kepala Bagian Umum Setda Tanjabbar Dartono saat radardesa.co konfirmasi tidak membantah kabar tersebut.
Menurut Dartono mobil dinas bupati, wakil bupati dan ketua TP PKK tersebut diusulkan bagian umum senilai Rp.3,4 milyar pada anggaran APBD 2022 mendatang.
” Ya memang kita dari bagian umum yang mengusulkan pembelian 3 mobil dinas yang akan digunakan untuk Bupati, Wakil Bupati dan Ketua TP PKK Tanjabbar. Bukan usulan bupati itu,” ungkapnya kepada radardesa.co Senin (02/08/2022).
Menurut Dartono, ketiga mobil itu adalah Toyota Landcruiser senilai Rp 2,3 miliar, Toyota Fortuner sekitar Rp 600 juta dan Honda CRV sekitar Rp 500 juta. Total keseluruhan mencapai Rp 3,4 miliar.
“Ketiganya jumlahnya bukan Rp.2,3 milyar, tetapi 3,4 milyar,” ujar Dartono.
Dartono menjelaskan, alasan pembelian 3 mobil dinas tersebut karena mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati, memang saatnya diganti karena usia mobil sudah 5 tahun dan yang terpenting untuk keselamatan dan Kenyamanan Bupati dan wakil bupati.
” Itu mobil dinas Bupati remnya sudah gak normal, karena jam terbangnya udah tinggi, begitu juga mobil dinas wabup juga remnya. Juga biaya pemeliharaan tidak ada lagi karena sering rewel. Kesing aja mengkilat itu,” tuturnya.
Sementara, untuk Mobil Dinas Ketua TP PKK memang belum punya, yang ada saat ini itu bekas milik direktur PDAM.
” Jadi sudah selayaknya dianggarkan tahun depan,” ujarnya.
Namun demikian, lanjut Dartono ini masih sebatas usulan dari Bagian Umum, apakah nanti disetujui dalam pembahasan pihaknya hanya mengusulkan demi keselamatan kepala daerah.
” Ini kan masih Usulan dari kami bagian umum, nota dinas juga belum kita ajukan ke Bupati, apakah nanti Bupati menerima atau menolak,” jelasnya.
Disinggung nilai Mobil dinas bupati yang sangat fantastis hingga Rp.2,3 milyar lebih mahal dibandingkan bupati – bupati terdahulu, seperti Safrial yang hanya menggunakan Fortune PRz harga Rp.600 juta? Dartono mengaku hal tersebut tidak masalah karena memang jam terbang bupati yang tinggi.(*).










