KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO– Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, per Sabtu (07/08/2021) menembus 1642 kasus atau ada penambahan sebanyak 32 kasus dibanding Jumat (06/08/2021). Dari jumlah tersebut, sebanyak 1341 dinyatakan sembuh dan 41 meninggal dunia.
Artinya ada penambahan sebanyak 133 kasus selama seminggu yakni sejak 2 Agustus 2021 hingga 7 Agustus 2021 dan ada 4 orang meninggal dunia.

Jumlah tersebut berbeda dibandingkan data dari Satgas Covid-19 Provinsi Jambi yang mencatat jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanjabbar hingga Sabtu (07/08/2021) sebanyak 1.670 kasus.
Saat ini, jumlah warga Kabupaten Tanjabbar yang saat ini masih terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri atau perawatan di rumah sakit, mencapai angka 191 orang.
Berdasarkan evaluasi risiko kesehatan masyarakat di kota/kabupaten Jambi, Kabupaten Tanjabbar saat ini masuk ke dalam zona oranye (risiko sedang) penyebaran Covid-19.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tanjabbar Ir.H.Taharuddin mengatakan lonjakan kasus tersebut terjadi karena sebagian masyarakat di Kabupaten Tanjabbar mulai mengendurkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kata Taharuddin, banyak warga yang sudah jenuh dengan kondisi pembatasan maupun mengenakan masker setiap melakukan aktivitas.
“Sehebat apapun pemerintah, kalau masyarakat abai tetap susah untuk dikendalikan. Awalnya semua patuh, tetapi akhirnya mulai kendor,” kata Taharuddin.
Taharuddin pun menuturkan, kegiatan yang melibatkan orang dengan jumlah banyak pun bakal kembali dibatasi. Hal tersebut dilakukan supaya pemulihan ekonomi tetap berjalan dan tidak terjadi ledakan kasus.










