Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Opini

Tamatan Luar Negeri Lebih Hebat?

29 April 2022
in Opini
0
Tamatan Luar Negeri Lebih Hebat?
71
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Bahren Nurdin

(Dosen UIN STS Jambi: UGM – Indonesia / UKM – Malaysia / WSU – Australia)

“Wow keren. Hebat ya, bisa kuliah di luar negeri.”

JAMBI, RADARDESA.CO – Saya awali dengan contoh kasus sebagai ilustrasi. Beberapa tahun lalu saya sempat berbeda pendapat dengan seorang professor (tamatan Barat) di kampus saya saat dia mengatakan bahwa tamatan Malaysia itu tidak dianggap alumni luar negeri dengan nada merendahkan.

BacaLainnya

Opini : Cerdas Memilih, Kunci Pemimpin Berintegritas dan Bebas Narkoba

Kemenangan Haris-Sani: Elektabilitas, Kampanye Akbar dan Dukungan Tokoh Politik di Pilgub Jambi

Hoax dan Pembodohan Terstruktur, Taktik Panik dan Manipulasi dalam Pertarungan Politik

Pernyataan itu disampaikan di forum akademik yang dihadiri oleh ratusan dosen. Beberapa alumni Malaysia kemudian meradang. Sampai-sampai Perhimpunan Alumi Malaysia (PAM) Cabang Jambi harus turun tangan. Namun, demi kemaslahatan bersama, dilakukan komunikasi untuk mencari solusi. Dimaafkan walau tetap jadi catatan sejarah.

Persoalannya, mengapa saya tidak setuju dengan pernyataan itu? Bukan karena alumni Malaysia tidak dianggap, tapi ada kesan yang ingin disampaikan bahwa tamatan luar negeri itu hanya mereka yang alumni Barat. Masak iya?

Tidak hanya karena kejadian itu, sebenarnya sejak lama saya juga sudah concern terhadap persoalan ini. Saya agaknya beda pendapat jika ada yang mengatakan bahwa tamatan luar negeri lebih hebat, lebih bagus, lebih wow. Pandangan semacam ini menurut saya (anda boleh berbeda) agak terlalu menjeneralisir.

Faktanya, ada dosen yang tamatan luar negeri tapi biasa-biasa saja. Di sisi lain, ada yang tamat dalam negeri, kampus tidak terkenal, tapi kiprah dan kontribusinya luar biasa.

Jika begitu, mari kita diskusikan. *_Pertama_*, harus dicatat bahwa ijazah itu (S1, S2, dan S3) adalah selembar kertas bukti administrasi bahwa seseorang telah menyelasikan pendidikannya di level tertentu setelah melewati berbagai syarat akademis (diatur oleh undang-undang yang berlaku). Sekali lagi, bukti administratif dengan alat ukur akademis. Bagi saya, ijazah itu baru berupa bahan mentah yang belum memberikan nilai apa pun.

*_Kedua_*, ijazah itu akan bernilai ketika dimanfaatkan untuk berkiprah dan berkontribusi. Dengan kata lain, ijazah itu hanyalah tiket untuk memberikan manfaat dirinya buat orang lain. Jadi, nilainya sudah bergeser dari yang bersifat administratif menjadi kontributif. Pertanyaannya bukan lagi tamatan mana, tapi bisa berbuat apa. Bisa memberikan apa. Seberapa besar manfaat dirinya. Dan seterusnya.

_*Ketiga*_, kiprah dan kontribusi. Menurut saya inilah yang harus menjadi titik beratnya agar kita tidak terjebak pada dekotomi tamatan luar dan dalam negeri. Kualitas kita (terutama dosen) tidak semata ditentukan oleh tamatan mana, tapi lebih kepada bisa berkontribusi apa. Masing-masing kita harus terus berlomba-lomba memperbesar kontribusi untuk kemaslahatan ummat manusia di muka bumi ini sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi (pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat).

*_Keempat_*, mempersoalkan (apa lagi dengan melakukan _stereotyping_) tamatan dalam dan luar negeri yakinlah tidak akan mendatangkan manfaat, boleh jadi akan menimbulkan kemudharatan. Persoalan kuliah di dalam dan di luar negeri itu hanyalah semata kesempatan yang Allah berikan (tanpa mengabaikan segala usaha dan perjuangan yang dilakukan). Ada orang yang Allah izinkan menuntut ilmu di luar, ada pula yang menurut Allah di dalam negeri lebih baik baginya.

Akhirnya, yakinlah bahwa setiap jengkal permukaan bumi Allah ini adalah tempat terbaik untuk berbuat kebaikan termasuk dalam hal menuntut ilmu. Jika begitu, di dalam dan di luar negeri itu sama saja selagi bisa berkontribusi dalam kebaikan dan tidak ada yang boleh merasa lebih (juga merasa rendah) dari yang lainnya. Ukurannya cuma satu, seberapa besar kontribusinya dalam kebaikan. Semoga!

Related Posts

Opini : Cerdas Memilih, Kunci Pemimpin Berintegritas dan Bebas Narkoba
Opini

Opini : Cerdas Memilih, Kunci Pemimpin Berintegritas dan Bebas Narkoba

23 November 2024
19
Kemenangan Haris-Sani: Elektabilitas, Kampanye Akbar dan Dukungan Tokoh Politik di Pilgub Jambi
Opini

Kemenangan Haris-Sani: Elektabilitas, Kampanye Akbar dan Dukungan Tokoh Politik di Pilgub Jambi

22 November 2024
19
Hoax dan Pembodohan Terstruktur, Taktik Panik dan Manipulasi dalam Pertarungan Politik
Opini

Hoax dan Pembodohan Terstruktur, Taktik Panik dan Manipulasi dalam Pertarungan Politik

21 November 2024
26
Al Haris dan Abdullah Sani Kolaborasi Strategis antara Birokrasi dan Dakwah
Opini

Al Haris dan Abdullah Sani Kolaborasi Strategis antara Birokrasi dan Dakwah

20 November 2024
30
Opini : Penolakan Cagub Narkoboy, Ironi Bagi Jambi yang Berjuang Melawan Narkoba di Tengah Komitmen Nasional
Opini

Opini : Penolakan Cagub Narkoboy, Ironi Bagi Jambi yang Berjuang Melawan Narkoba di Tengah Komitmen Nasional

19 November 2024
422
Opini : Komitmen Tanpa Henti, Jambi Bersih Narkoba di Bawah Kepemimpinan Al Haris
Opini

Opini : Komitmen Tanpa Henti, Jambi Bersih Narkoba di Bawah Kepemimpinan Al Haris

18 November 2024
619
Next Post
Tinjau Operasi Pasar Daging Sapi, Bupati Datangi Kantor Bulog

Tinjau Operasi Pasar Daging Sapi, Bupati Datangi Kantor Bulog

Pakai Masker dan Jaga Jarak, Kunci Mudik Aman dan Sehat

Pakai Masker dan Jaga Jarak, Kunci Mudik Aman dan Sehat

Y20 Dorong Anak Muda Melek Keuangan Digital

Y20 Dorong Anak Muda Melek Keuangan Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14350 shares
    Share 5740 Tweet 3588
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11687 shares
    Share 4675 Tweet 2922
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8896 shares
    Share 3558 Tweet 2224
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8671 shares
    Share 3468 Tweet 2168
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7760 shares
    Share 3104 Tweet 1940
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD