KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Proyek pekerjaan proyek peningkatan Jalan Manunggal 2 – Parit 4 Darat yang dikerjakan CV. Putra Persada Prima diduga dikerjakan asal jadi.
Proyek senilai Rp.987 juta lebih dari APBD Tanjung Jabung Barat tahun 2022 yang kerjakan di RT. 04, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir ini ditemui banyak kerjaan yang tak jelas. Seperti menggunakan tanah lokal sehingga masih banyak bagian jalan yang hancur dilewati kendaraan roda dua.
Pantauan media ini dilapangan pekerjaan peningkatan jalan sepanjang 1 kilometer lebih tersebut hanya ditimbun menggunakan tanah lokal dan sebagian tanah kuning serta dipadatkan dengan batu. Bahkan ketinggian timbunan tanah yang seharusnya timbunan dari batu 15 cm dan tanah kuning 15 cm, namun kenyataannya krtinggian hanya sekitar 4 – 5 cm, itupun ditambah tanah lokal. Wal hasil,banyak bagian jalan yang belum selesai ini sudah banyak yang bonyok alias hancur.

Tentunya pekerjaan yang asal jadi ini dikeluhkan masyarakat sekitar.
Ketua RT. O4 Kelurahan Tungkal II mengaku kecewa dengan pekerjaaan peningkatan jalan tersebut.
“Saya sebagai Ketua RT. 04 merasa sangat kecewa dengan kondisi proyek peningkatan jalan yang sedang dikerjakan di RT kami, bisa kita lihat sendiri dengan kasat mata keadaan jalannya yang mana keliatan sangat tipis dan amparan batunya tidak merata,” ujarnya merasa kesal.
Menurutnya pekerjaan rekanan ini dikerjakan asal jadi, yang seharusnya menggunakan tanah kuning, malah digunakan tanah lokal.
“Selama dikerjakan hanya beberapa titik saja yang dikasih timbunan tanah selebihnya mengambil tanah lokal serta batunya hanya sedikit, makanya terlihat tanah menyembul, makanya sekarang dah banyak yang hancur,” tuturnya.
Lanjutnya, ia berharap pihak rekanan dapat bekerja sesuai spek, apalagi dengan dana hampir 1 Milyar. ”
Dengan kondisi jalan seperti ini rasanya tidak bisa kita terima dan kepada pihak pengawas agar benar- benar mengawasi sesuai dengan tupoksi nya,” tuturnya.

Ketua LSM PETISI SyarIfuddin, AR menanggapi terkait pekerjaaan peningkatan jalan Manunggal 2 tersebut.
Menurutnya, PPK dan PPTK Binamarga, konsultan tehnik itu harus profesional dan kooperatif dalam menjalankan tugas, kalau tidak berfungsinya pihak-pihak tersebut, tidak aneh kalau setiap tahun dari pemeriksaan BPK selalu ada temuan, karena tidak mencukupi RAB yang ada, keluar dari Speek
Tambahnya lagi, Proyek peningkatan jalan tersebut rekanan keluar dari petunjuk Bestek dan BQ.
“Hasil pengerjaan fisik dilapangan oleh rekanan kontraktor pelaksana terlihat tahapan penimbunan tanah (agregat B) tidak dipadatkan memakai Bomaq yang tonasenya tidak standar begitu juga penamburan batu dipermukaan fisik jalan tersebut juga berserakan,” ujar pria yang akrab dipanggil Udin Codet ini, Minggu (03/07/22).
Syarifuddin meminta kepada Dinas PUPR, PPK dan PPTK serta Konsultan pengawas agar proaktif dilapangan saat tahapan progres pekerjaan jalan tersebut dilaksanakan oleh rekanan kontraktor selaku pemenang tender, agar kualitas fisik jalan yang telah selesai bisa dinikmati masyarakat dan tidak merugikan keuangan negara.(*).










