Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Berita

Mahasiswa Jambi Bersama 899 Kampus Se-indonesia Gelar Aksi Serentak Bagikan Poster dan Selebaran Terkait Politik Dinasti dan Pelanggar HAM Di Indonesia

11 Januari 2024
in Berita, Radar Politik
0
Mahasiswa Jambi Bersama 899 Kampus Se-indonesia Gelar  Aksi Serentak Bagikan Poster dan Selebaran Terkait Politik Dinasti dan Pelanggar HAM Di Indonesia
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAMBI, radardesa co – Memiliki segala daya dan upaya untuk mengubah Undang-undang yang sudah menjadi dasar negara Republik Indonesia bukanlah hal yang mudah. Namun itulah yang terjadi dengan negaraku dan pemerintah saat ini. Begitu mudah untuk mengedepankan dinasti agar semua kroni-kroninya bisa memegang tampuk kekuasaan. Dulu menentang, namun sekarang itu terulang kembali.

Hal itu tentunya membuat akan membuat gejolak antara pengambil kebijakan dan masyarakat. Bahkan mahasiswa yang berulang kali menyuarakan hak suara merekapun tidak digubris bahkan bisa hilang dari peredaran muka bumi ini.

Namun itu tidak menyurutkan hati bagi mahasiswa yang benar-benar ingin merasakan kedamaian di negara tercinta ini. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa siswa secara serentak (11/1/2024) tepatnya sekitar pukul 11.00 wib, mereka secara serentak membagikan selebaran serta poster terkait politik dinasti dan pelanggar HAM di Indonesia pada tahun 1998 lalu. Mereka sebagai mahasiswa hanya sekedar mengingatkan dan mengedukasi kepada masyarakat. Jangan sampai hal ini terulang kembali.

Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa di Jambi, yakni dengan aksi membagikan poster dan selebaran yang bersifat mengedukasi terhadap masyarakat di Provinsi Jambi terhadap pemahaman berupa edukasi penolakan terhadap politik dinasti serta mengingatkan kembali kepada masyarakat apa yang telah terjadi di negara ini.

BacaLainnya

Pengedar Sabu Dibekuk di Batang Asam, Barang Bukti Disembunyikan di Jok Motor

Peletakan Batu Pertama Madrasah, Pemkab Tanjab Barat Perkuat Akses Pendidikan Agama

Tak Lagi Darurat Sampah, Anwar Sadat Tegaskan Pengawasan dan Edukasi di Rakor Betara

“Iya betul kami membagikan poster dan selebaran ini untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat umum guna menolak politik dinasti. Tidak hanya itu kita berharap agar masyarakat mengerti bahaya mengenai politik dinasti, karena akan merusak demokrasi di Indonesia,” ungkap Yazid salah seorang mahasiswa di Jambi.

Lebih lanjut dikatakan Yazid, aksi pembagian poster dan selebaran ini sebagai bentuk penolakan terhadap pelanggar HAM dan politik Dinasti berkuasa di Indonesia, yang sebelumnya pernah dilakukan pada aksi penolakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) meloloskan batas minimum Cawapres.

“Untuk saat ini kita melihat bahwa bagaimana Negara Republik Indonesia tercinta krisis akan hukum dan undang-undang, mereka tumpul ke atas, tapi begitu tajam kebawah,” ungkap Yazid lagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pedro, untuk saat ini kita sangat menyayangkan bagaimana negara kita tercinta Republik Indonesia saat ini. “Sangat miris sekali, mereka lebih mementingkan dinasti mereka untuk duduk dikursi empuk, tanpa memikirkan kehidupan masyarakat. Kita tidak tahu kedepannya bagaimana negara ini, kalau mereka hanya memikirkan dinasti mereka saja,” paparnya.

Tidak hanya itu, mahasiswa di Jambi masih melek demokrasi mereka pun tahu apa yang terjadi dimasa lalu. Misalkan saja terkait pelanggaran HAM di Indonesia tahun 1998 lalu, dan mereka sekarang bersatu. “Bagaimana Negara kita Republik Indonesia tercinta kedepannya, jika mereka sudah bersatu, maka hak demokrasi kita sebagai warga negara Indonesia akan semakin terkikis habis. Politik dinasti merajalela, hak suara kita bisa hilang ditelan masa,” jelas Agus.

Sementara itu, Sandyka Buana, SH, mahasiswa Fakultas Hukum yang juga Ketua Permahi Jambi mengatakan, Politik dinasti tentunya akan menjadi masalah serius ketatanegaraan. Mengapa, Karena dinasti akan menghasilkan jiwa yang koruptif. Salah satu penyebab korupsi yaitu praktik politik dinasti yang berdampak negatifnya ke rakyat atau masyarakat.

“Hal ini disebabkan cenderung membuat marak korupsi, tidak demokratis, dan lebih mementingkan politik daripada kepentingan rakyat. Politik dinasti akan sulit untuk mewujudkan cita-cita demokrasi karena tidak terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih,” jelas Sandyka Buana.

Bukan hanya itu, jika terbentuknya politik dinasti ini, merupakan bentuk salah satu langkah nantinya yang dilakukan oleh sistem politik dinasti yaitu akan ada kolaborasi antara penguasa dan Pengusaha untuk menggabungkan kekuatan modal dengan kekuatan Politisi.

“Mereka akan membuat pembagian tugas antara kekuasaan politik dengan kekuasaaan Modal Sehingga Mengakibatkan terjadinya Korupsi,” Sandyka Buana lagi.

Dinasti politik yang memunculkan kekerabatan secara politik ini bukanlah sistem yang tepat untuk diterapkan di negara yang demokratis.

“Politik dinasti lebih tepat di negara dengan sistem pemerintahan monarki yang memilih pemimpin berdasarkan garis keturunan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, para mahasiswa yang tergabung dalam mahasiswa Indonesia Bersatu hari ini menggelar aksi bagi-bagi selebaran secara serentak di Indonesia, total 899 Kampus yang tersebar di 36 Provinsi di Republik Indonesia ini.(***/ff)

Related Posts

Pengedar Sabu Dibekuk di Batang Asam, Barang Bukti Disembunyikan di Jok Motor
Berita

Pengedar Sabu Dibekuk di Batang Asam, Barang Bukti Disembunyikan di Jok Motor

18 April 2026
8
Peletakan Batu Pertama Madrasah, Pemkab Tanjab Barat Perkuat Akses Pendidikan Agama
Berita

Peletakan Batu Pertama Madrasah, Pemkab Tanjab Barat Perkuat Akses Pendidikan Agama

18 April 2026
7
Tak Lagi Darurat Sampah, Anwar Sadat Tegaskan Pengawasan dan Edukasi di Rakor Betara
Berita

Tak Lagi Darurat Sampah, Anwar Sadat Tegaskan Pengawasan dan Edukasi di Rakor Betara

18 April 2026
7
DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna, Sinergi Eksekutif-Legislatif Kian Diperkuat
Parlemen

DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna, Sinergi Eksekutif-Legislatif Kian Diperkuat

13 April 2026
15
Paripurna Kedua DPRD, Fraksi Beri Catatan Kritis soal Pembangunan Tanjab Barat
Parlemen

Paripurna Kedua DPRD, Fraksi Beri Catatan Kritis soal Pembangunan Tanjab Barat

13 April 2026
10
Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Batang Asam
Berita

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Batang Asam

13 April 2026
16
Next Post
Buka Giat Kodam II/Sriwijaya Masuk Kampus, Wabup Harap Dapat Tingkatkan Wawasan Kebangsaan 

Buka Giat Kodam II/Sriwijaya Masuk Kampus, Wabup Harap Dapat Tingkatkan Wawasan Kebangsaan 

Lepas Tim Sepak Bola Gubernur Cup, Wabup Pesan Jaga Nama Baik Tanjabbar 

Lepas Tim Sepak Bola Gubernur Cup, Wabup Pesan Jaga Nama Baik Tanjabbar 

Pj. Walikota Prabumulih H. Elman ST, MM Tinjau Lokasi Banjir dan Sampaikan Bantuan Kepada Warga Terdampak

Pj. Walikota Prabumulih H. Elman ST, MM Tinjau Lokasi Banjir dan Sampaikan Bantuan Kepada Warga Terdampak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14350 shares
    Share 5740 Tweet 3588
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11689 shares
    Share 4676 Tweet 2922
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8896 shares
    Share 3558 Tweet 2224
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8673 shares
    Share 3469 Tweet 2168
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7760 shares
    Share 3104 Tweet 1940
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD