KUALATUNGKAL,radadesa.co- Pembangunan Drainase yang seharusnya mwnjadikan solusi bagi warga sekitar, namun sebaliknya Pembangunan drainase di Kelurahan Tungkal III ini malah mebuat resah warga. Pasalnya, drainase ini dibangun malah membuat air tergenang.
Padahal, pembangunan drainase yang bersumber dari dana DAU Kelurahan Tungkal III sebesar kurang lebih sebesar Rp.300 juta, hanya sebatas menghambur hamburkan uang negara, tanpa memperhatikan aspek kepentingan masyarakat.
Hal ini diakui Lurah Tungkal III Hidayatullah
Menurutnya, anggaran yang tersedia dari alokasi DAU kelurahan Tungkal III hanya mampu membangun sesuai dengan besaran dana yang ada. Untuk menuntaskan hingga sampai ke saluran pembuangan air akan dilanjutkan melalui sumber dana APBD Tanjab Barat pada tahun depan.
” Dari dana kelurahan segitulah yang bisa dibangun, nanti menunggu dari APBD baru air nya mengalir di samping jembatan panglima, untuk sementara ini air dari drainase itu mengalir di samping masjid Agung, “jelasnya saat dikonfirmasi media melalui via WhatsApp.
Saat ditanya berapa besaran dana yang diserap dari DAU untuk membangun drainase yang belakangan dikeluarkan warga, dan siapa pelaksana atau penyedia.
” Untuk drainase itu dianggarkan kurang lebih Rp 300 juta, sedangkan pelaksana atau penyedia adalah pak Salim, ” sebutnya.
Dari pernyataan Lurah tersebut, berarti pihak kelurahan hanya sebatas menyelesaikan pekerjaan yang telah dianggarkan, tanpa memberikan solusi dan membuat masalah baru bagi masyarakat.
warga RT 22 Kelurahan Tungkal III, kecamatan Tungkal Ilir yang mengalu bernama Udin mengatakan drainase yang baru saja dibangun dengan menggunakan dana kelurahan nyaris tak memberikan manfaat bagi warga sekitar.
” Drainase dibangun kan untuk mengalirkan air agar tidak terjadi genangan air di wilayah kami ini, faktanya sekarang sejak dibangun drainase malah air jadi tergenang, ” katanya.
Warga juga menyayangkan jika drainase yang dibangun dengan nilai ratusan juta rupiah ini tidak berfungsi, dan berharap pihak kelurahan dan pelaksana pekerjaan meninjau kembali bangunan drainase tersebut.
” Kan sayang dibangun dengan dana ratusan juta hasilnya seperti itu, kita berharap pihak terkait tidak tutup mata terkait hal ini, ” sebutnya.
Dari data yang berhasil dihimpun dilapangan pembangunan drainase di RT 22 Kelurahan Tungkal III sedang berlangsung. Pantauan dilokasi terlihat air tergenang dan tidak mengalir. (Dul/S2)










