KUALA TUNGKAL,radadesa.co – Dalam momentum istimewa peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) ke-61, mantan Bupati Tanjab Barat dua periode sekaligus mantan Anggota DPR RI, Drs. H. Usman Ermulan, menyampaikan sebuah usulan yang sarat nilai sejarah.
Usman Ermulan mengusulkan agar Makam Pahlawan Satria Yudha Pengabuan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diganti namanya menjadi Makam Pahlawan “Selempang Merah”.
Menurut Usman, nama Selempang Merah memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan masyarakat Kuala Tungkal dalam melawan penjajahan Belanda.
“Selempang Merah merupakan sejarah perjuangan para laskar yang berjuang melawan Belanda di Kota Kuala Tungkal. Karena itu, nama tersebut perlu kita abadikan sebagai bagian dari sejarah perjuangan daerah ini,” ujar Usman Ermulan.
Ia menilai, pemberian nama Selempang Merah bukan sekadar pergantian nama sebuah makam, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap para pejuang yang telah mempertaruhkan jiwa dan raga demi mempertahankan Kota Kuala Tungkal dari penjajahan.
Menurutnya, sejarah perjuangan para laskar Selempang Merah perlu terus dikenang dan diwariskan kepada generasi muda. Terlebih, Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Jangan sampai generasi penerus kita kehilangan sejarah. Nama Selempang Merah harus menjadi pengingat bahwa pernah ada para pejuang yang berani berdiri dan melawan Belanda untuk mempertahankan Kuala Tungkal,” katanya.
Usulan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke-61, yang menjadi kesempatan untuk kembali menggali sejarah dan mengenang jasa para tokoh serta pejuang yang telah memberikan kontribusi bagi daerah.
Usman berharap usulan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah, tokoh masyarakat, sejarawan dan seluruh elemen masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Ia juga mendorong agar sejarah perjuangan Selempang Merah dikaji dan didokumentasikan secara lebih komprehensif sehingga dapat menjadi bagian penting dari sejarah daerah Tanjung Jabung Barat.
“Selempang Merah bukan sekadar sebuah nama. Di dalamnya ada sejarah, perjuangan, keberanian dan pengorbanan para pejuang dalam mempertahankan Kota Kuala Tungkal,” pungkasnya.(*)







