Usman menyebut peluang pembangunan pelabuhan baru semakin terbuka karena tersedia lahan sekitar 20 hektare yang dapat dikembangkan.
Ia memperkirakan pembangunan awal pelabuhan tersebut dapat dilakukan dengan anggaran sekitar Rp20 miliar, tentunya melalui kajian teknis, perencanaan dan skema pembiayaan yang matang.
“Lahannya kan ada sekitar 20 hektare. Paling tinggal dibiayai sekitar Rp20 miliar. Kita bisa bangun pelabuhan Marina dengan tujuan Johor,” ungkapnya.
Menurut Usman, pembangunan pelabuhan bukan sekadar proyek infrastruktur. Lebih jauh, pelabuhan tersebut harus diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk membuka pasar baru bagi produk-produk daerah.
Bupati Diminta Jajaki Kerja Sama dengan Johor
Tidak berhenti pada pembangunan fisik, Usman juga mendorong adanya langkah diplomasi antarpemerintah daerah.
Ia menyarankan Bupati Tanjabbar bertemu langsung dengan pemerintah daerah di Johor, Malaysia, untuk menjajaki kerja sama terkait perdagangan, transportasi laut, investasi dan konektivitas antar wilayah.
“Bupati bisa bertemu dengan Wali Kota Johor untuk menjajaki kerja sama,” ujarnya.
Namun, Usman mengingatkan, sebelum mengundang atau menerima tamu dari luar negeri, Tanjabbar juga harus membenahi fasilitas pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurutnya, wajah daerah harus mencerminkan kesiapan sebagai daerah yang ingin masuk dalam jaringan perdagangan internasional.
“Fasilitas kabupaten kita harus dibenahi dulu. Misalnya Kantor DPRD ini kita tambah eskalator. Nanti wali kota dari Johor kita ajak ketemu di Kantor DPRD,” katanya.
Jangan Sampai Jadi Wacana
Usman berharap gagasan tersebut tidak berhenti sebagai wacana. Menurutnya, Tanjabbar memiliki modal geografis dan potensi ekonomi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi salah satu pintu perdagangan internasional di Provinsi Jambi.
Jika jalur Roro Tungkal-Johor dapat diwujudkan, ia meyakini dampaknya tidak hanya dirasakan sektor perdagangan dan ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi, lapangan kerja, pariwisata serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Tungkal jangan hanya menjadi daerah ujung. Dengan konektivitas yang tepat, Tungkal bisa menjadi pintu gerbang perdagangan Jambi menuju Malaysia dan Singapura,” pungkasnya.(*)






