Radar Desa
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik
No Result
View All Result
Radar Desa
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Urgensi Puasa bagi Imunitas di Masa Pandemi

Oleh Yuhansyah Nurfauzi

19 April 2021
in Radar Hikmah, Ramadhan
0
Urgensi Puasa bagi Imunitas di Masa Pandemi
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sudah dua tahun berturut-turut bulan Ramadhan berpapasan dengan pandemi Covid-19. Pada Bulan Ramadhan, umat Islam menjalankan puasa wajib selama sebulan penuh. Dalam situasi pandemi, kewajiban tersebut tetap dilaksanakan dengan penuh keimanan. Namun, adanya pengurangan frekuensi makan saat puasa di tengah upaya untuk menjaga agar tidak terkena penyakit menular seringkali menimbulkan pertanyaan. Mungkinkah daya tahan tubuh akan tetap terjaga dengan berkurangnya makanan saat puasa Ramadhan atau puasa lainnya?

Para dokter atau ahli kesehatan sejak zaman dahulu telah menyarankan untuk mengurangi makan sebagai salah satu upaya kesehatan, termasuk di kala wabah terjadi. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Badzlul Ma‘un fi Fadhlit Tha‘un dengan mengutip pendapat para dokter menulis sebagai berikut:

“Anjuran para dokter atau ahli kesehatan yang hendaknya ditaati pada masa wabah di antaranya seperti mengeluarkan sisa makanan basah yang berlebihan dan mengurangi makan.” (Al-Asqalani, Badzlul Ma‘un fi Fadhlit Tha‘un, Riyadh: Darul Ashimah, tanpa tahun, h. 340)

Ternyata Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani tidak menyatakan hal tersebut sebagai pendapat dari ijtihad pribadinya, melainkan mengutip dari pakar di bidang kesehatan. Mengurangi makan yang dimaksud adalah mengendalikan diri agar tidak berlebih-lebihan dalam makan. Meskipun tidak berlebihan, nilai nutrisi yang terkandung dalam makanan yang dimakan tetap harus bisa mempertahankan kesehatan di masa pandemi.

BacaLainnya

Santri ini Kenalkan cara Digitalisasi Pesantren Melalui Aplikasi, Sudah digunakan oleh Puluhan Pesantren

Khutbah Jumat Pergantian Tahun: Mengevaluasi Syukur Kita

Khutbah Jumat: Menghidupkan Spirit Ramadhan Sepanjang Masa

Puasa Ramadhan maupun puasa yang lain sangat relevan dengan upaya mengurangi makan dalam konteks menjaga kesehatan. Ketika berpuasa, umat Islam menahan lapar sebagai bagian dari upaya yang sungguh-sungguh atau mujahadah dalam beribadah. Menahan lapar ternyata bermanfaat sebagai obat. Obat yang dimaksud dalam hal ini adalah obat untuk mencegah berbagai macam penyakit.

Mengenai menahan lapar yang bermanfaat untuk mencegah penyakit, seorang dokter/tabib Arab yang terkenal, Harits ibn Khaladah, suatu ketika ditanya: “Apakah obat yang paling baik itu?” Dia menjawab, “Kebutuhan-yakni, rasa lapar.” Ketika dia ditanya: “Apakah penyakit itu?” Dia menjawab, “Bertumpuk-tumpuknya makanan dalam perut.” (Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Thibbun Nabawi, Beirut: Dar Ihyaul Ulum, 1990, h. 37)

Selain menahan diri, puasa juga mengajarkan umat Islam agar tidak makan berlebihan. Al- Hafidz Adz-Dzahabi dalam kitabnya, Thibbun Nabawi mengutip sebuah hadits yang terkait. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Anak Adam tidak mengisi wadah yang lebih buruk daripada dia mengisi perutnya sendiri. Cukuplah jika seseorang itu makan beberapa suap saja untuk menguatkan tulang punggungnya. Jika mungkin, sepertiga perut adalah untuk makanan, sepertiga lagi untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk napasnya.” Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan At-Tirmidzi, dan hadits ini hasan shahih.

Tidak kalah pentingnya, Adz-Dzahabi juga mengutip pertakatan Ali ibn Al-Husain ibn Wafid yang menyatakan, “Allah menempatkan semua obat dalam separuh ayat ketika Dia berfirman, ‘Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan.’” (QS 7:31). (Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Thibbun Nabawi, Beirut, Dar Ihyaul Ulum, 1990: 34-35)

Dalam konteks puasa, anjuran untuk mengurangi makan merupakan salah satu ajaran Islam yang sangat bermanfaat untuk kesehatan di masa pandemi. Penelitian ilmiah terbaru yang berjudul “Assessing the impact of Ramadhan fasting on Covid-19 mortality in the UK” telah mengungkapkan manfaat itu. Penelitian Waqar dkk yang dipublikasikan pada Journal of Global Health pada tanggal 3 April 2021 itu menyatakan bahwa puasa di Bulan Ramadhan tidak menimbulkan efek yang mengganggu kesehatan. Penelitian ini dilakukan satu tahun sebelumnya dengan mengamati komunitas Muslim di Inggris yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, kemudian berlanjut hingga menilai laju kematian yang terjadi.

Sebuah ulasan/review dari penelitian-penelitian sebelumnya juga telah mengungkapkan manfaat mengurangi makanan yang dikaitkan dengan puasa ketika wabah Covid-19. Abdul Hannan dkk pada tahun 2020 telah mempublikasikan penelitian yang membahas pembatasan kalori ketika puasa dengan kekuatan sistem imun atau daya tahan tubuh untuk merespons Covid-19. Hasilnya, puasa yang dilakukan secara teratur sebagaimana yang dilakukan oleh umat Islam dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk membantu pencegahan infeksi virus SARS-CoV-2. Namun, hal itu berlaku hanya untuk orang yang sehat. Pasien yang sudah terlanjur mengalami infeksi Covid-19, tidak disarankan untuk berpuasa selama masa sakitnya agar tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sehingga mempercepat kesembuhan.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ramadhan

Related Posts

Santri ini Kenalkan cara Digitalisasi Pesantren Melalui Aplikasi, Sudah digunakan oleh Puluhan Pesantren
Gadget

Santri ini Kenalkan cara Digitalisasi Pesantren Melalui Aplikasi, Sudah digunakan oleh Puluhan Pesantren

17 Maret 2023
163
Khutbah Jumat Pergantian Tahun: Mengevaluasi Syukur Kita
Khutbah

Khutbah Jumat Pergantian Tahun: Mengevaluasi Syukur Kita

30 Desember 2021
158
Khutbah Jumat: Menghidupkan Spirit Ramadhan Sepanjang Masa
Khutbah

Khutbah Jumat: Menghidupkan Spirit Ramadhan Sepanjang Masa

21 Mei 2021
1.2k
Tiga Ibadah dan Amalan Rasulullah 10 Hari Terakhir Ramadhan
Ramadhan

Tiga Ibadah dan Amalan Rasulullah 10 Hari Terakhir Ramadhan

6 Mei 2021
1.1k
Tiga Kesabaran dalam Ramadhan
Ramadhan

Tiga Kesabaran dalam Ramadhan

24 April 2021
447
Khutbah Jumat: Puasa, antara Kualitas dan Formalitas
Khutbah

Khutbah Jumat: Puasa, antara Kualitas dan Formalitas

23 April 2021
141
Next Post
Seorang Warga Desa Sungsang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Seorang Warga Desa Sungsang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Maksud Hadits ‘Tidur Orang Berpuasa adalah Ibadah’

Maksud Hadits ‘Tidur Orang Berpuasa adalah Ibadah’

Pengukuhan dan Pelantikan Ketua Serta Pengurus DPD JOIN Bungo Sukses

Pengukuhan dan Pelantikan Ketua Serta Pengurus DPD JOIN Bungo Sukses

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    Gaji BPD Naik 20 Persen, Tahun Ini Kades, BPD Dapat Gaji 13 dan 14, Ini Besarannya

    14374 shares
    Share 5750 Tweet 3594
  • Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJM Desa

    11731 shares
    Share 4692 Tweet 2933
  • Bolehkah Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Qur’an ke Toilet? Ini Penjelasan dan Dalilnya

    8904 shares
    Share 3562 Tweet 2226
  • Kalender Kegiatan Pemerintahan Desa Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014

    8774 shares
    Share 3510 Tweet 2194
  • Mau Jadi Pendamping Desa? Ini Tugas Terbaru Pendamping Desa sesuai Permendesa 18 tahun 2019

    7766 shares
    Share 3106 Tweet 1942
Radar Desa

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD

Portal Berita Desa I PT.Radar Delta Nusantara

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Jenjang Karir
  • Media Patner

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • Info Desa
    • REGULASI DESA
    • Siskeudes
  • Berita Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Tanjab Barat
    • Tanjab timur
    • Kota Jambi
    • Muara Jambi
    • Sarolangun
    • Kerinci
    • Merangin
    • Bungo
    • Tebo
    • Batanghari
  • Kabar Desa
    • Tokoh Desa
    • BPD
    • Perangkat Desa
    • Musyawarah Desa
    • RKPDes
    • Nasional
    • Pemerintah Desa
    • Suara Warga
  • Desa Membangun
    • Desa Wisata
    • Inovasi Desa
  • Ekonomi Desa
    • Alokasi Dana Desa
    • Dana Desa
  • Fenomena Desa
    • Korupsi
    • Dinamika Desa
  • Mitra Desa
    • Apdesi
    • BKTM
    • PPDI
    • PKK
  • Radar Politik
    • Pilbup
    • Pilgub
    • Partai Politik

© 2020 Radar Desa - Developed by Tim IT RD