TANJAB BARAT, Radardesa.co – Kepengurusan Idaroh Wustho dan Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) se-Provinsi Jambi masa khidmah 2026–2031 resmi dikukuhkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Prosesi pelantikan berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Bupati Tanjab Barat, Senin (7/9/2026), dan turut dihadiri Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama sejumlah tokoh pemerintahan dan keagamaan.
Pelantikan dipimpin Sekretaris JATMAN Provinsi Jambi, Dr. SM Munawar Kholil Alkholidi, S.Th.I., M.Pd.I. Pengukuhan ini menjadi awal masa khidmah kepengurusan JATMAN di tingkat Provinsi Jambi untuk periode lima tahun ke depan.
Kehadiran Bupati Anwar Sadat dalam kegiatan tersebut menunjukkan ruang sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam mendukung kehidupan keagamaan serta pembinaan masyarakat.
Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki ruang penting dalam menjaga silaturahmi dan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Karena itu, komunikasi antara pemerintah, ulama, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan perlu terus dibangun.
Kegiatan pelantikan turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Wakil Bupati Bungo, unsur Forkopimda Tanjab Barat, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para staf ahli, kepala OPD terkait, pimpinan organisasi masyarakat Islam, jajaran pengurus Nahdlatul Ulama serta tokoh agama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan KH. Ahmad Alwani Nawawi. Tausiyah tersebut menjadi bagian dari penguatan pesan keagamaan dalam momentum pelantikan sekaligus menjadi rangkaian sebelum doa bersama.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, JATMAN se-Provinsi Jambi diharapkan dapat terus menjalankan perannya dalam pembinaan keagamaan, memperkuat silaturahmi antarelemen masyarakat serta menjaga nilai-nilai Islam dan kebersamaan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang mempererat komunikasi dengan para ulama, tokoh agama dan organisasi keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat di daerah.










