KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Manuver elit politik menjelang pendaftaran pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke KPU September mendatang semakin panas. Hal ini, pasca adanya isu borong partai dan membentuk koalisi besar sebanyak 8 partai politik di Tanjabbar.
Namun belakangan, satu persatu Partai Politik koalisi pengusung calon Bupati Tanjabbar Cici Halimah ini, meninggalkan koalisi besar tersebut. Seperti PKB yang duluan meninggalkan koalisi, disebabkan adanya kabar telah mengusung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar Muklis-Supardi.
Pasca ditinggalkan PKB, pada tanggal 30 Juni 2020, 7 ketua partai menggelar pertemuan dirumah Ketua DPC PBB H.Syaifuddin dan akhirnya diputuskan mengusung pasangan Cici Halimah,SE – Faisal Alwi dan kesepakatan tersebut ditandatangani sebanyak 6 partai minus Partai Gerindra.
Namun, calon wakil bupati yang diajukan 7 partai ini ternyata ditolak pihak Cici Halimah dan akhirnya pasca penolakan ini, pihak Partai Golkar bersama Ketua DPC PBB dan Ketua DPC Nasdem menggelar pertemuan dengan Safrial yang notabene suami Cici Halimah di rumah dinas bupati mempertimbangkan untuk menetapkan pendamping Cici Halimah adalah Abdul Jalil dan ditetapkan Sekretaris DPD I Partai Golkar Tanjabbar A.Rahman pagi harinya yang datang menemui Safrial.
Namun belakangan, hal inilah yang menjadi penyebab kisruh di tubuh partai Golkar dan akhirnya pada Minggu (19/7) dalam rapat partai Golkar Tanjabbar menyatakan keluar dari Koalisi mengusung Cici Halimah.
” Hasil rapat kita tadi, menetapkan Golkar keluar dari Koalisi pengusung Cici Halimah,” ungkap ketua DPD II Partai Golkar Tanjabbar Faisal Alwi.
Pasca kisruh ditubuh partai Golkar inilah sejumlah partai mulai satu persatu tidak bisa memastikan kembali mengusung Cici Halimah, seperti halnya PKS dan Nasdem.
” Kesepakatan kita pertama adalah mengusung Cici – Faisal sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar, ternyata ini kan ditolak dan pasca penetapan pengganti Faisal kita tidak lagi dihubungi, berarti ini kan diluar komitmen, ” ungkap Ketua DPC PKS Tanjabbar Azis Rohman kepada radardesa.co belum lama ini.
Sementara itu, saat ini Partai Nasdem dikabarkan telah mengusung pasangan Muklis-Supardi dan ini diperkuat beberapa sumber kepada radardesa.co.
” Nasdem sudah ke Muklis,” ungkap sumber kepada radardesa.co belum lama ini.
Bahkan, dari informasi yang radardesa.co himpun partai yang tersisa pengusung Cici Halimah, Senin sore ( 20/7) kembali menggelar pertemuan dirumah H.Syaifuddin di Jalan Agus Nginot.
Untuk memperjelas pecahnya koalisi besar pengusung Cici Halimah, tim redaksi radardesa.co mengkonfirmasi hal ini ke Ketua DPC PBB Tanjabbar H.Syaifuddin.
H.Syaifuddin mengatakan membantah pecahnya koalisi besar pengusung Cici Halimah. Walaupun memang saat ini tinggal 4 partai yang masih komitmen mengusung Cici Halimah, 4 partai tersebut Partai Gerindra, Demokrat, PBB dan PPP.
” Saat ini masih ada 4 partai yaitu Partai Gerindra, Demokrat, PBB dan PPP kesemuanya masih cukup 7 kursi,” ungkapnya kepada radardesa.co Senin (20/7).
Bahkan, H.Udin ( sapaan akrabnya,red) membenarkan adanya pertemuan dirumahnya yang terdiri 4 partai koalisi yang tersisa.
” Iya tadi, barusan kami menggelar pertemuan 4 ketua partai yang ada untuk memastikan kelanjutan koalisi pengusung Cici Halimah,” ungkapnya.
Hasilnya, lanjut H.Udin pihaknya memberikan Ultimatum kepada pihak Cici Halimah untuk memberikan kejelasan terkait komitmen untuk maju pada pilkada Tanjabbar mendatang.
” Hasilnya, 4 ketua partai yang jumlahnya 7 kursi memberikan Ultimatum kepada Cici Halimah terkait kejelasan maju tidaknya dalam pilkada nantinya dan 4 ketua partai ini memberikan deadline hingga tanggal 22 Juli mendatang, jika tidak ada kejelasan dan jawaban, maka koalisi ini dinyatakan bubar,” jelasnya. (rie)








