Aneh, Diduga Dinkes tak Transparan Soal Rapid Tes Hingga 847 Orang, Yogi : Nanti Komisi II Akan Panggil

  • Whatsapp
FOTO: Ilustrasi alat rapid test/ist

KUALATUNGKAL,RADARDESA.CO – Tim Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyebut sudah 847 orang yang sudah dilakukan Rapid Tes.

Padahal dalam pantauan radardesa.co dari data yang diperoleh dari tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjabbar, saat ini hanya ada 135 orang OTG dan 23 ODP, namun disebut ada 847 sudah di rapid test. Pertanyaannya siapa saja yang di lakukan rapid test hingga 847 orang tersebut?

Bacaan Lainnya

Juru bicara tim gugus tugas Covid-19 Tanjung Jabung Barat Taharuddin, saat dikonfirmasi mengatakan total sekitar 847 orang sudah dilakukan rapid test di Tanjabbar. Dan rapid test akan terus dilakukan sesuai dengan perkembangan penanganan wabah Covid-19 dan warga yang terapapar wabah mematikan tersebut.

“Ya, sudah hampir 847 yang kita rapid test, ada yang dari bantuan provinsi dan proses pengadaan kita peralatannya,” papar Taharuddin saat ditemui radardesa.co diruangkerjanya, Rabu (10/6).

Namun, saat disinggung siapa saja yang sudah dilakukan Rapid Tes hingga 847 orang tersebut? Taharuddin mengaku jika ada 135 OTG dan 23 ODP  yang sudah di rapid tes.

” Setahu saya 135 OTG dan 23 ODP, lebihnya Dinas Kesehatan tak memberi tahu,” ungkap Taharuddin sembari mengaku dirinya hanya sebagai jubir, menyampaikan data dari tim Covid-19 dari dinas intansi lain seperti Dinkes.

Bahkan, saat didesak apakah 17 orang dari data Tim Covid-19 Provinsi Jambi ada cluster Gowa di Kabupaten Tanjabbar sabanyak 19 orang dan baru ditemukan 2 orang, apakah sudah dilakukan rapid test? Lagi-lagi Taharuddin mengaku tidak mengetahui data tersebut.

” Baik Cluster Gowa dan Temboro jumlah pasti ke kita gak ada, untuk Gowa baru 2 orang yang dirapid test,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat, Suprayogi Syaiful menyoroti tidak Transparannya dinas kesehatan memberikan data ke masyarakat termasuk ke media.

” Nanti akan kita panggil melalui Komisi II, baik Dinas Kesehatan maupun rumah sakit, sesuai berita kawan-kawan media, ini banyak yang ganjal, iti dimana lokasinya? ,”ungkap Politisi Muda Partai Golkar ini.

Selain masalah rapid tes juga, mantan ketua DPD KNPI Tanjabbar ini juga menyoroti sejumlah bantuan ke RSUD KH Daud Arif dari berbagai kalangan,namun dana anggaran Covid-19 di RSUD ternyata besar.

” RSUD Kan banyak bantuan, tapi anggarannya juga besar, ini nanti akan kita pertanyakan, selain bantuan dari beberapa perusahaan ke Pemkab yang tak pernah terdengar kemana disalurkan,” tandasnya. (dul).

Pos terkait